Saturday, August 17, 2019

Lagu indonesia 3 Stanza

Lagu Indonesia Raya, pertama kali dinyanyikan pada Konggres Pemuda pada tanggal 28 Oktober 1928. Lagu yang diciptakan oleh W.R. Supratman ini, menggambarkan semangat dan cita-cita bangsa Indonesia untuk menggapai kemerdekaan. 

Lagu Indonesia Raya mempunyai peran yang sangat besar dalam proses kemerdekaan bangsa Indonesia, karena lagu ini dinyanyikan sebagai pernyataan perasaan nasional masyarakat Indonesia, sehingga dapat membangkitkan semangat kemerdekaan bangsa. 

Untuk merawat semangat kemerdekaan agar tetap terjaga, maka Direktorat Jenderal Kebudayaan menyelenggarakan kegiatan perekaman ulang lagu kebangsaan Indonesia Raya dalam versi tiga stanza yang asli.

Aturan yang mengatur tentang lagu Indonesia Raya dapat dilihat pada UU No. 24 Tahun 2009 Tentang Bendera, Bahasa, lambang negara, serta Lagu Kebangsaan (unduh)


LIRIK LAGU KEBANGSAAN INDONESIA RAYA VERSI ASLI DENGAN TIGA STANZA 



Stanza 1: 

Indonesia Tanah Airkoe Tanah Toempah Darahkoe 
Di sanalah Akoe Berdiri Djadi Pandoe Iboekoe 
Indonesia Kebangsaankoe Bangsa Dan Tanah Airkoe 
Marilah Kita Berseroe Indonesia Bersatoe 
Hidoeplah Tanahkoe Hidoeplah Negrikoe 
Bangsakoe Ra'jatkoe Sem'wanja 
Bangoenlah Djiwanja Bangoenlah Badannja 
Oentoek Indonesia Raja 

(Reff: Diulang 2 kali, red) 
Indonesia Raja Merdeka Merdeka Tanahkoe Negrikoe Jang Koetjinta 
Indonesia Raja Merdeka Merdeka Hidoeplah Indonesia Raja 


Stanza 2:

Indonesia Tanah Jang Moelia Tanah Kita Jang Kaja 
Di sanalah Akoe Berdiri Oentoek Slama-Lamanja 
Indonesia Tanah Poesaka P'saka Kita Semoeanja 
Marilah Kita Mendo'a Indonesia Bahagia 
Soeboerlah Tanahnja Soeboerlah Djiwanja 
Bangsanja Ra'jatnja Sem'wanja 
Sadarlah Hatinja Sadarlah Boedinja 
Oentoek Indonesia Raja 

(Reff: Diulang 2 kali, red) 
Indonesia Raja Merdeka Merdeka Tanahkoe Negrikoe Jang Koetjinta 
Indonesia Raja Merdeka Merdeka Hidoeplah Indonesia Raja 


Stanza 3: 

Indonesia Tanah Jang Seotji Tanah Kita Jang Sakti 
Di sanalah Akoe Berdiri 'Njaga Iboe Sedjati 
Indonesia Tanah Berseri Tanah Jang Akoe Sajangi 
Marilah Kita Berdjandji Indonesia Abadi 
S'lamatlah Ra'jatnja S'lamatlah Poetranja Poelaoenja Laoetnja Sem'wanja 
Madjoelah Negrinja Madjoelah Pandoenja Oentoek Indonesia Raja 

(Reff: Diulang 2 kali, red) 
Indonesia Raja Merdeka Merdeka Tanahkoe Negrikoe Jang Koetjinta 
Indonesia Raja Merdeka Merdeka Hidoeplah Indonesia Raja

Sudahkan sahabat bisa menyanyikan lagu Indonesia Raya 3 Stanza? Jika belum hafal dapat menonton video berikut!

Indonesia Raya 3 Stanza dengan musik, teks, dan vokal


Indonesia Raya 3 Stanza dengan musik dan teks
Demikian yang dapat kami bagikan, semoga kita bisa mengobarkan semangat kemerdekaan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya 3 Stanza.

Salam Edukasi.

Sumber: 
http://laguindonesiaraya.id 

Friday, August 9, 2019

5 Cara Mengembangkan Budaya Literasi Baca Tulis dalam Keluarga

Negara Indonesia merupakan negara yang besar dan kaya. Kaya akan Sumber Daya Alam (SDA) dan Sumber Daya Manusia (SDM). Kekayaan ini, tentu dapat menjadi modal berharga untuk bersaing dan bersanding dengan negara-negara maju di dunia. Namun kenyataannya, negara kita masih belum mampu menjadi negara maju. Hal Ini karena masyarakat Indonesia belum mempunyai budaya literasi yang baik. Budaya literasi, terutama minat baca dan tingkat buta aksara sangat mempengaruhi posisi Indeks Pembangunan Manusia (IPM)/ Human Development Index (HDI) Indonesia. HDI diukur dari usia harapan hidup (tingkat kesehatan), pertumbuhan ekonomi, dan kualitas pendidikan. Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2014, pada tahun 2013 nilai IPM Indonesia hanya mengalami sedikit kenaikan, yaitu dari 68,40 menjadi 68,90. Sementara itu, data dari Badan Program Pembangunan PBB/ United Nations Development Program (UNDP), IPM Indonesia pada tahun 2013 berada pada peringkat 108 dari 187 negara. Angka IPM ini menunjukkan bahwa Indonesia berada jauh di bawah negara-negara ASEAN lainnya. Survei lain tentang literasi yang dilakukan oleh Central Connecticut State University pada tahun 2016 di New Britain, Conn, Amerika Serikat, menempatkan Indonesia pada urutan ke-60 dari 61 negara. Kondisi ini tentu sangat memprihatinkan.

Sebagai bangsa yang besar, Indonesia harus mampu mengembangkan budaya literasi sebagai syarat kecakapan hidup abab ke-21 melalui pendidikan yang terintegrasi, mulai dari keluarga, sekolah, hingga masyarakat. Terdapat enam literasi dasar yang harus dikuasai oleh peserta didik, orang tua,  dan masyarakat Indonesia. Keenam literasi tersebut yaitu literasi baca tulis, literasi numerasi, literasi sains, literasi digital, literasi finansial, serta literasi budaya dan kewargaan.

Literasi baca tulis merupakan pintu gerbang penguasaan literasi dasar yang lain, karena dengan mempunyai kemampuan baca dan tulis maka akan mempermudah penguasaan literasi numerasi, literasi sains, literasi digital, literasi finansial, serta literasi budaya dan kewargaan. Untuk itu, sangat diperlukan berbagai upaya untuk mengembangkan budaya literasi baca tulis di lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat.

Keluarga sebagai tempat pendidikan pertama bagi anak, mempunyai peran sentral dalam menumbuhkan budaya literasi baca tulis. Setiap keluarga hendaknya mampu mengupayakan cara-cara dalam mengembangkan budaya literasi ini.

Adapun beberapa cara untuk mengembangkan  budaya literasi baca tulis dalam keluarga, diantaranya:

1. Membuat Perpustakaan Keluarga
Perpustakaan merupakan tempat menyimpan dan memelihara berbagai jenis buku bacaan, sekaligus tempat membaca. Perpustakaan menjadi salah satu tempat yang tepat untuk menumbuhkan budaya literasi baca tulis. Perpustakaan biasanya ada di tempat-tempat tertentu yang jauh dari lingkungan rumah/keluarga. Untuk menumbuhkan budaya literasi baca tulis di lingkungan keluarga, maka kita dapat membawa perpustakaan ke rumah, dengan membuat perpustakaan keluarga.

Perpustakaan Keluarga dapat dibuat dengan memanfaatkan ruang kosong atau ruang sempit yang ada di rumah. Jika tidak ada ruang yang tersisa, kita dapat menyediakan rak buku atau rak kaca sebagai tempat untuk menyimpan dan menata koleksi buku bacaan keluarga. Buku bacaan dapat diperoleh  dari buku koleksi anggota keluarga aatau dengan cara membelinya. Agar perpustakaan menjadi tempat yang nyaman untuk membaca, maka kita dapat menambahkan meja baca atau karpet pada lantai.

2. Membuat Pojok Baca Keluarga
Alternatif kedua, untuk menumbuhkan budaya literasi baca tulis dalam keluarga adalah dengan membuat pojok baca keluarga. Pojok baca merupakan tempat untuk membaca buku, yang biasanya berada dipojok atau sudut rumah. Pojok baca lebih sederhana dari perpustakaan keluarga, karena hanya memerlukan sebuah meja sebagai tempat untuk menaruh dan menata buku bacaan.

3. Pembiasaan 15 Menit Membaca Sebelum Tidur
Pembiasaan membaca harus sudah dilakukan sejak dini, mulai dari lingkungan keluarga. Dalam hal ini, peran anggota keluarga, terutama orang tua sangat sentral. Orang tua harus memberi contoh dan mengajak anak-anaknya untuk membiasakan membaca minimal 15 menit sebelum tidur. Selain untuk pembiasaan, ternyata membaca sebelum tidur juga dapat memberikan manfaaf baik bagi kesehatan. Dikutip dari duniaperpustakaan.com terdapat empat manfaat membaca sebelum tidur, yaitu 1) meningkatkan konsentrasi, 2) meningkatkan kreativitas, 3) mengurangi tingkat stres, dan 4) membuat kualitas tidur jadi lebih baik.

Literasi Keluarga
Gambar Kegiatan Membaca 15 Menit Sebelum Tidur
4. Membacakan Anak Dongeng Sebelum Tidur
Membacakan anak dongeng sebelum tidur, juga dapat dijadikan salah satu cara dalam mengembangkan literasi membaca keluarga. Ketika membacakan dongeng, maka orang tua telah memberikan contoh dalam pembiasaan membaca di lingkungan keluarga. Kedepannya Diharapkan anak dapat meniru dan mau membaca buku sendiri sebelum tidur.

Mendongeng sebelum anak tidur
Gambar Kegiatan Membacakan Anak Dongeng Sebelum Tidur
Disamping sebagai pembiasaan dalam membaca, ternyata kegiatan ini mempunyai banyak manfaat pada perkembangan anak. Dikutip dari health.detik.com terdapat 6 manfaat membacakan anak dongeng sebelum tidur, yaitu: 1) membantu perkembangan bicara dan bahasa anak, 2) membantu menenangkan anak, 3) membantu meningkatkan IQ anak, 4) membantu anak mencintai buku, 5) membantu mengembangkan keterampilan mendengar anak, dan 6) membantu anak mempunyai pola tidur yang sehat.

5. Membuat Majalah Dinding Keluarga
Selain membaca, menulis juga merupakan sesuatu yang sangat penting. Untuk itu, dalam sebuah lingkungan keluarga perlu dibuatkan sebuah wadah, agar setiap anggota keluarga dapat menumbuhkan kebiasaan menulisnya. Salah satu caranya adalah dengan membuat majalah dinding keluarga.

Majalah dinding keluarga merupakan bentuk media komunikasi tulis yang paling sederhana dalam sebuah keluarga. Seperti namanya, maka media ini dapat dipasang pada dinding rumah. Setiap anggota keluarga dapat memajang berbagai bentuk tulisan, gambar, atau kombinasi keduanya tentang kegiatan sehari-hari anggota keluarga.

Media dinding keluarga dapat dibuat secara sederhana. Bisa menggunakan papan yang terbuat dari sty rofoam atau dengan papan kayu. Ukurannya pun dapat disesuaikan dengan kondisi rumah masing-masing.

Dengan adanya majalah dinding keluarga, maka diharapkan dapat mengembangkan budaya literasi baca dan tulis keluarga.

Demikianlah beberapa cara untuk mengembangkan budaya literasi baca tulis dalam lingkungan keluarga. Sahabat bisa memilih salah satu atau lebih untuk memulainya.
Salam Literasi Keluarga.

Daftar Pustaka:
Panduan Gerakan Literasi Nasional Tahun 2017: Kemdikbud
4 Manfaat mengejutkan Baca Buku Sebelum Tidur: https://www.duniaperpustakaan.com/2017/03/4-manfaat-mengejutkan-baca-buku-sebelum.html 
6 Manfaat Mendongengkan Anak Sebelum Tidur: https://health.detik.com/ibu-dan-anak/d-1433674/6-manfaat-mendongengkan-anak-sebelum-tidur 

Tag:
#Sahabatkeluarga
#Literasikeluarga

Thursday, August 8, 2019

Ganesha Smart (GS) Menerima Siswa Baru Semester 1 2019/2020

Ganesha Smart (GS)

Ganesha Smart (GS) merupakan sebuah rumah belajar yang berperan aktif mendukung Gerakan Literasi Nasional yang dicanangkan oleh Pemerintah. GS yang berdiri pada tanggal 11 September 2017 diharapkan dapat membantu kesulitan belajar siswa, melalui pembimbingan khusus oleh para pengajar yang tersertifikasi dan berkompeten.

Pada Tahun Pelajaran 2019/2020 Semester 1, GS membuka 3 Program, yaitu:
  • Kelas Reguler
Kelas Reguler merupakan kelas yang diperuntukkan bagi siswa yang ingin meningkatkan pemahamannya dalam lima mata pelajaran, yaitu Matematika, IPA, IPS, Bahasa Indonesia, dan PPKn (Sesuai dengan Kurikulum). 

Kelas ini dibuka dari kelas 1 sampai kelas VI dengan jumlah maksimal 20 orang siswa per kelasnya. Khusus untuk kelas VI, akan diberikan bimbingan untuk menghadapi Ujian Sekolah.
  • Kelas Private
Kelas Private diperuntukkan bagi siswa yang ingin dibimbing secara individual (satu orang satu guru), sehingga guru dan siswa dapat berinteraksi lebih optimal. Gurupun dapat membimbing siswa lebih maksimal.
  • Kelas Bimbingan Plus
Bimbingan Plus dalam membimbing siswa mengerjakan tugas/pekerjaan rumah (PR). Program ini gratis untuk semua siswa GS.

Bagi Sahabat yang ada di sekitar Desa Yehembang, Kec. Mendoyo, Kab. Jembrana, Bali dan mempunyai anak atau keluarga yang ingin mendapat bimbingan belajar di luar jam sekolah dapat mendaftar di GS. Biayanya sangat terjangkau, hanya Rp290.000,00 per semester dan sudah termasuk paket LKS. Sedangkan untuk kelas privat hanya Rp35.000,00 per pertemuan.

Untuk lebih jelasnya dapat membaca pada brosur berikut.

Pendaftaran dapat dilakukan tanggal 7 s/d 16 Agustus 2019 dan pembelajaran dumulai lebih awal, pada tanggal 12 Agustus 2019.

Bila ingin mendaftar atau bertanya, bisa melalui kontak pada brosur.
Demikian yang dapat kami bagikan, semoga bermanfaat.
Salam edukasi

Cara Menentukan KKM Kurikulum 2013

Hallo sahabat,
Kali ini kami akan berbagi tentang cara menentukan KKM dalam kurikulum 2013.
Bagaimana caranya?
Simak artikel ini sampai habis!
Aplikasi KKM
Tampilan Depan Aplikasi
Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) merupakan kriteria ketuntasan belajar yang ditentukan oleh satuan pendidikan mengacu pada standar kompetensi kelulusan (SKL), dengan mempertimbangkan karakteristik peserta didik, karakteristik muatan pelajaran, dan kondisi Satuan Pendidikan. Penentuan KKM harus mempertimbangkan setidaknya 3 aspek, yakni karakteristik muatan/mata pelajaran (kompleksitas), karakteristik peserta didik (intake), dan kondisi satuan pendidikan (pendidik dan daya dukung). 
  1. Aspek karakteristik materi/kompetensi ditentukan dengan memperhatikan kompleksitas KD, dengan mencermati kata kerja yang terdapat pada KD tersebut dan berdasarkan data empiris dari pengalaman guru dalam membelajarkan KD tersebut pada waktu sebelumnya. Semakin tinggi aspek kompleksitas (tingkat kesukaran) materi/kompetensi, semakin rendah KKMnya. 
  2. Aspek intake yaitu memperhatikan kualitas peserta didik yang dapat diidentifikasi berdasarkan hasil ujian jenjang sebelumnya, hasil tes awal yang dilakukan oleh sekolah, atau nilai rapor sebelumnya. Semakin tinggi aspek intake, semakin tinggi pula nilai KKMnya. 
  3. Aspek guru dan daya dukung antara lain memperhatikan ketersediaan guru, kesesuaian latar belakang pendidikan guru dengan mata pelajaran yang diampu, kompetensi guru (misalnya hasil Uji Kompetensi Guru), rasio jumlah peserta didik dalam satu kelas, sarana prasarana pembelajaran, dukungan dana, dan kebijakan sekolah. Semakin tinggi aspek guru dan daya dukung, semakin tinggi pula nilai KKMnya.
Adapun langkah-langkah dalam menentukan KKM, yaitu:
  1. Hitung jumlah Kompetensi Dasar (KD) setiap muatan pelajaran pada setiap kelas dalam satu tahun pelajaran.
  2. Tentukan komponen-komponen yang termasuk aspek kompleksitas, intake, pendidik dan daya dukung.
  3. Tentukan nilai untuk setiap aspek dengan skala 0-100 dengan mempertimbangkan aspek kompleksitas, intake, pendidik dan daya dukung.
  4. Tentukan skor tiap aspek dengan rumus: Skor Komponen = (Skor yang diperoleh :100)x Skor Maksimum.
  5. Tentukan skor tiap aspek dengan rumus: KKM per KD = Jumlah total setiap aspek : jumlah total aspek.
  6. Tentukan KKM setiap muatan pelajaran dengan rumus: KKM per KD = Jumlah total KKM per KD : Jumlah total KD.
  7. Tentukan KKM Satuan Pendidikan, ditetapkan dengan memilih KKM yang terendah dari seluruh KKM muatan/mata pelajaran. KKM ini digunakan dalam menentukan rentang predikat. Rumus menentukan rentang predikat adalah (nilai maksimum-KKM satuan pendidikan) : 3. Misalnya sebuah sekolah KKM satuan pendidikannya 60, maka rentang predikatnya adalah (100 - 60): 3 = 13,33. Sehingga rentang predikat untuk setiap rendang adalah 13 atau 14.
Untuk mempermudah dalam menentukan KKM, dapat menggunakan aplikasi yang berbasis Microsoft Excel. Berikut salah satu contoh aplikasi yang dibuat oleh Bapak Alit Sentanu.
Aplikasi KKM Kelas 1 (unduh)
Aplikasi KKM Kelas 2 (unduh)
Aplikasi KKM Kelas 3 (unduh)
Aplikasi KKM Kelas 4 (unduh)
Aplikasi KKM Kelas 5 (unduh)
Aplikasi KKM Kelas 6 (unduh)
Rekap KKM Satuan Pendidikan (unduh)


Demikian yang dapat kami bagika, semoga bermanfaat.
Salam edukasi.

Wednesday, August 7, 2019

Aplikasi Rapor K13 Semester 1 Revisi Terbaru

Hallo sahabat edukasi,
Kali ini kami akan berbagi tentang sebuah aplikasi rapor yang dikembangkan oleh Bapak I Made Rai Alit Sentanu, S. Pd. 
Aplikasi Rapor K13
Tampilan Halaman Utama ARASBE
Aplikasinya diberi nama ARASBE yang merupakan akronim dari Aplikasi Rapor Alit Sentanu Belajar Excel. Seperti namanya, Aplikasi ini dikembangkan dengan program microsoft excel. 

Bapak Alit selalu memperbaharui aplikasi ini, agar sesuai dengan perkembangan kurikulum dan kebutuhan pengguna. Pada tahun pelajaran 2019/2020, beliau menambahkan fitur buku induk siswa, sehingga guru dapat mencetak langsung buku induk siswa dari aplikasi ini.

Aplikasi ini sangat mudah dan praktis digunakan, karena semua sudah otomatis dengan rumus-rumus excel. Sahabat cukup menginput data nama siswa, KKM, dan nilai siswa, sisanya aplikasi ini akan mengolahnya sehingga menghasilkan nilai rapor. Sahabat tidak perlu kawatir, karena aplikasi ini sudah disesuaikan dengan pedoman penilaian Kurikulum 2013 jenjang SD

Aplikasi ini, sudah digunakan oleh banyak guru di seluruh nusantara. Sahabat tertarik menggunakannya? Silahkan dicek contoh berikut!

ARASBE Kelas I (unduh)
ARASBE Kelas II (unduh)
ARASBE Kelas III (unduh)
ARASBE Kelas IV (unduh)
ARASBE Kelas V (unduh)
ARASBE Kelas VI (unduh)

Sebelum menggunakan aplikasi ini, sahabat perlu mengaktifkan Macro, dengan cara mengklik  "cara aktifkan macro" pada halaman utama aplikasi.

Bagi sahabat yang sedang mencari aplikasi rapor yang mudah digunakan, praktis, dan simpel, aplikasi ini sangat saya rekomendasikan. Bagi yang ingin bertanya, dapat langsung menghubungi pengembang, Bapak Alit di No. HP/WA: 085737426316.

Demikian yang dapat kami bagikan, semoga bermanfaat.
Salam edukasi.

Tuesday, August 6, 2019

Tak Banyak Yang Tau, Beginilah Cara Membeli Ebook Dengan Harga Murah

Hallo Sahabat, 
Kali ini kami akan berbagi tentang cara membeli Ebook dengan harga yang murah.
Bagaimana Caranya? Simak artikel ini sampai habis!

Ebook merupakan buku berbentuk digital atau elektronik yang dapat dibuka dan dibaca dengan bantuan komputer, laptop, tablet, atau smartphone. Ebook mempunyai fungsi yang sama dengan buku cetak. 

Di Zaman yang serba digital ini, tentu Ebook dapat menjadi pilihan utama dibandingkan buku cetak. Hal ini karena Ebook lebih praktis dari segi penyimpanan dan penggunaannya.

Untuk memiliki sebuah ebook, tentu kita harus mempunyai perangkat yang dapat menyimpan dan membukanya, seperti komputer, laptop, dan smartphone. 

Google telah menyediakan aplikasi untuk mengunduh, membeli, dan membaca Ebook. Playbook. Setiap smartphone yang berbasis android pasti berisi playbook. Untuk login ke playbook, cukup dengan menggunakan email yang aktif. Setelah masuk, maka sahabat akan menemukan berbagai macam Ebook, ada yang gratis dan ada juga yang berbayar. Untuk yang gratis, tentu dapat langsung kita unduh dan kita baca. Namun untuk yang berbayar, biasanya hanya dapat membaca sebagainnya saja sebagai contoh.

Tampilan Ebook di Smartphone
Tampilan Ebook di Smartphone
Bagaimana caranya, agar kita dapat membeli Ebook yang kita butuhkan dengan harga yang murah?
Perhatikan kembali gambar di atas! Disana tertera "Kredit RP40.000 untuk harga ebook lebih dari Rp40.000."  Artinya sahabat mendapatkan kredit/modal untuk membeli ebook. Kredit ini dapat digunakan untuk harga ebook di atas Rp40.000. Jadi bagi sahabat bisa mengkliknya untuk mendapatkan kredit ini. 

Setelah di klik, maka akan muncul seperti berikut!
Tampilan Setelah Klik Kredit
Klik Belanja Sekarang, maka kredit sudah bisa digunakan. Cari buku yang kita perlukan yang harganya di atas RP40.000. Misalnya buku yang berjudul Penilaian Autentik.
Tampilan Harga Buku Penilaian Autentik
Setelah itu, klik buku yang kita pilih.
Tampilan Setelah memilih buku
Kemudian pilih Beli Rp40.010,00.
Tampilan setelah pilih beli
Kemudian klik lanjutkan.
Tampilan Metode pembayaran

Kemudian pilih metode pembayarannya. Bisa menggunakan pulsa sesuai kartu yang dipakai, Kartu kredit atau tukarkan kode. 
Tampilan setelah memilih metode pembayaran

Setelah memilih metode pembayaran, maka akan muncul 2 harga, yaitu harga RP40.000,00 dan Rp 6,00 (harga buku-40.000). Kemudian sahabat diminta memasukkan sandi emailnya. Setelah dimasukkan, kemudian klik Verifikasi.
Tampilan Pembelian berhasil
Setelah verifikasi dan berhasil maka pembelian telah berhasil. Buku siap dibaca. Tinggal Klik Baca, maka buku akan terbuka.

Demikianlah cara agar dapat membeli buku dengan harga murah memanfaat kredit dari google palybook.

Jika tidak keberatan bisa cek koleksi kami, dari CV Media Edukasian di Playbook.

Semoga bermanfaat.
Salam edukasi.

Friday, August 2, 2019

Pelatihan dan Pendampingan Penyusunan PTK Serta Artikel Jurnal Ilmiah Bagi Guru SD

Kabar gembira!
Er Institute menyelenggarakan Pelatihan dan Pendampingan Penyusunan PTK serta Artikel Jurnal Ilmiah bagi guru SD. 

Kegiatan ini akan dilaksanakan pada hari Sabtu, 24 Agustus 2019 bertempat di Balai Diklat Industri Denpasar, Jl. WR. Supratman No. 302, Kesiman, Kertalangu, Denpasar Timur.

Laporan Penelitian, seperti Penelitian Tindakan Kelas (PTK) merupakan salah satu bentuk publikasi ilmiah yang wajib dilakukan guru ketika akan naik pangkat dari golongan III/d ke IV/a. Untuk itu, guru hendaknya memahami sejak awal susunan PTK yang sesuai dengan syarat kenaikan pangkat. Sehingga nanti tidak menghabat kenaikan pangkatnya.

Selain laporan PTK, ketika akan naik pangkat dari golongan IV/a ke IV/b maka wajib melampirkan artikel yang dimuat pada jurnal yang ber-ISSN. Untuk itu, guru hendaknya mengetahui bagaimana cara menulis artikel dan memuatnya di jurnal yang sudah ber-ISSN. 

Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pelatihan dan pendampingan kepada guru-guru sekolah dasar dalam menyusun PTK serta artikel jurnal ilmiah. 

Adapun narasumber  dalam kegiatan ini, yaitu
  1. Drs. Made Darma, M. Pd. selaku Ketua Tim Penilai Angka Kredit Kota Denpasar, yang sudah sangat paham tentang penyusunan PTK yang dapat digunakan dalam kenaikan pangkat guru.
  2. Prof. Dr. Anak Agung Gede Agung, M. Pd. selaku guru besar di Universitas Pendidikan Ganesha, yang sudah sangat paham tentang penulisan artikel yang dapat dimuat dalam jurnal yang ber-ISSN.
Ayo tunggu apalagi, segera daftar kuota terbatas hanya untuk 40 orang. Biaya pendaftaran hanya Rp300.000,00. Pendaftaran berakhir tanggal 15 Agustus 2019. Pendaftaran dapat dilakukan secara online melalui link: http://bit.ly/Pel-PTK. Setelah mendaftar, wajib konfirmasi ke WA grud dengan link http://bit.ly/Pel-PTK-WAgroup.

Setiap peserta wajib membawa laptop dan proposal PTK. Setiap peserta akan mendapatkan coffe break (1 kali), Makan siang (1 kali), ATK, Sertifikat 32 JP (bagi yang menyelesaikan tugas), dan pendampingan.

Untuk info lebih lanjut dapat menghubungi penyelenggara di No. 087762155544 (Erry).



Demikian yang dapat kami bagikan, semoga dapat menjadi salah satu solusi bagi sahabat yang kesulitan dalam memperoleh sertifikat pengembangan diri atau/dan dalam menyusun PTK serta artikel yang dimuat dalam jurnal ber-ISSN.

Salam Edukasi.

Thursday, August 1, 2019

Penilaian Hasil Belajar dalam Kurikulum 2013

Dalam kesempatan ini, kami akan berbagi tentang penilaian hasil belajar dalam kurikulum 2013. Penilaian hasil belajar dalam kurikulum 2013 dilakukan oleh pendidik dan satuan pendidikan.

Penilaian hasil belajar k13

Penilaian Hasil Belajar oleh Satuan Pendidikan adalah proses pengumpulan informasi/data tentang capaian pembelajaran peserta didik yang dilakukan secara terencana dan sistematis dalam bentuk penilaian akhir dan ujian sekolah/madrasah. 

Lingkup penilaian hasil belajar peserta didik pada pendidikan dasar dan pendidikan menengah mencakup aspek sikap, aspek pengetahuan, dan aspek keterampilan. Penilaian aspek sikap, pengetahuan, dan keterampilan dilakukan oleh pendidik. Penilaian aspek sikap bertujuan untuk memperoleh informasi deskriptif mengenai perilaku peserta didik, untuk kemudian dilaporkan kepada pihak terkait oleh satuan pendidikan. 

Penilaian oleh pendidik (guru) dilakukan dalam bentuk penilaian harian (PH). PH merupakan kegiatan yang dilakukan oleh pendidik untuk mengukur pencapaian kompetensi dasar.

Penilaian hasil belajar oleh satuan pendidikan dilakukan dalam bentuk penilaian akhir semester, penilaian akhir tahun, dan ujian sekolah. 

Penilaian Akhir Semester (PAS) adalah penilaian ini dilakukan untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik di akhir semester gasal. Cakupan penilaian meliputi seluruh indikator yang merepresentasikan semua KD pada semester tersebut. Hasil penilaian akhir semester selanjutnya diolah dan dianalisis untuk mengetahui ketuntasan belajar peserta didik yang kemudian dituangkan dalam pengisian rapor. 

Penilaian Akhir Tahun (PAT) adalah penilaian ini dilakukan di akhir semester genap untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik pada akhir semester genap. Cakupan penilaian meliputi seluruh indikator yang merepresentasikan KD pada semester genap. Hasil penilaian akhir tahun selanjutnya diolah dan dianalisis untuk mengetahui ketuntasan belajar peserta didik.yang kemudian digunakan untuk pengisian rapor. 

Ujian Sekolah (US) adalah penilaian yang dilakukan untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik sebagai pengakuan terhadap prestasi belajar dan penyelesaian dari satuan pendidikan. Muatan/mata pelajaran yang diujikan adalah semua muatan/mata pelajaran yang diajarkan pada satuan pendidikan tersebut. Untuk beberapa muatan/mata pelajaran, ujian sekolah diselenggarakan dalam bentuk ujian tulis dan ujian praktik, namun beberapa muatan/mata pelajaran lain dilaksanakan dengan ujian tulis atau ujian praktik saja. Pengaturan tentang hal ini dan pelaksanaan secara keseluruhan diatur dalam Prosedur Operasi Standar (POS) Ujian Sekolah yang disusun oleh satuan pendidikan. 

Hasil analisis ujian sekolah digunakan untuk perbaikan proses pembelajaran secara keseluruhan pada tahun pelajaran berikutnya. Hasil ujian sekolah dilaporkan satuan pendidikan kepada orang tua peserta didik dalam bentuk surat keterangan hasil ujian sekolah (SKHUS). Hasil ujian sekolah menjadi salah satu pertimbangan kelulusan peserta didik dari satuan pendidikan.

Demikian yang dapat kami bagikan terkait Penilaian Hasil Belajar dalam Kurikulum 2013. Semoga bermanfaat. 
Salam Edukasi.

Kriteria Kenaikan Kelas dan Kriteria Kelulusan dalam Kurikulum 2013

Pada kesempatan ini, kami akan bahas terkait kriteria kenaikan kelas dan kriteria kelulusan peserta didik dalam kurikulum 2013.
Kriteria kenaikan kelas dan kelulusan

Kriteria Kenaikan Kelas 

Kenaikan kelas peserta didik ditetapkan melalui rapat dewan guru dengan mempertimbangkan berbagai aspek yang telah disepakati bersama, seperti minimal kehadiran, ketaatan pada tata tertib, dan peraturan lainnya. Peserta didik dinyatakan tidak naik kelas apabila hasil belajar dari paling sedikit 3 (tiga) mata pelajaran pada kompetensi pengetahuan keterampilan belum tuntas dan/atau sikap yang belum baik. 

Peserta didik diupayakan mengikuti proses pembelajaran dan penilaian yang maksimal. Oleh karena itu apabila ada peserta didik yang terpaksa harus tidak naik kelas, maka hal ini harus menjadi umpan balik bagi pendidik, satuan pendidikan, dan orang tua sehingga diharapkan semua peserta didik pada akhirnya dapat naik kelas. 

Kriteria Kelulusan 

Kriteria kelulusan peserta didik dari Satuan Pendidikan ditetapkan melalui rapat dewan guru. Peserta didik dinyatakan lulus dari Satuan Pendidikan pada Pendidikan Dasar dan Menengah setelah memenuhi syarat berikut. 
  1. Menyelesaikan seluruh program pembelajaran; 
  2. Memperoleh nilai sikap/perilaku minimal Baik; dan 
  3. Lulus Ujian Sekolah seluruh muatan/mata pelajaran.
Demikian yang dapat kami bagikan, agar dapat dijadikan pedoman dalam menentukan kriterian kenaikan kelas ataupun kriteria kelulusan peserta didik.
Salam Edukasi.

Permendikbud No. 15 tahun 2018 Tentang Pemenuhan Beban Kerja Guru, Kepala Sekolah, dan Pengawas Sekolah

Beban Kerja Guru, Kepala sekolah, dan pengawas

Mendikbud telah mengeluarkan peraturan untuk mengatur beban kerja guru, kepala sekolah dan pengawas sekolah. Guru, kepala sekolah, dan pengawas sekolah harus melaksanakan beban kerja sebanyak 40 jam dalam satu minggu. 40 jam ini dibagi menjadi 37,5 jam kerja efektif dan 2,5 jam istirahat. 37,5 jam kerja efektif bagi guru terdiri dari kegiatan pokok, yaitu:
  1. merencanakan pembelajaran atau pembimbingan;
  2. melaksanakan pembelajaran atau pembimbingan; 
  3. menilai hasil pembelajaran atau pembimbingan; 
  4. membimbing dan melatih peserta didik; dan 
  5. melaksanakan tugas tambahan yang melekat pada pelaksanaan kegiatan pokok sesuai dengan Beban Kerja Guru.
Kegiatan guru dalam merencanakan pembelajaran atau pembimbingan meliputi:
  1. pengkajian kurikulum dan silabus pembelajaran/pembimbingan/program kebutuhan khusus pada satuan pendidikan;
  2. pengkajian program tahunan dan semester; dan
  3. pembuatan rencana pelaksanaan pembelajaran/pembimbingan sesuai standar proses atau rencana pelaksanaan pembimbingan.
Kegiatan guru dalam melaksanakan pembelajaran merupakan pelaksanaan dari rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) yang telah dibuat. Pelaksanaan pembelajaran dilaksanakan paling sedikit 24 jam tatap muka per minggu dan paling banyak 40 jam tatap muka per minggu. Sementara itu, pelaksanaan pembimbingan dilaksanakan oleh guru bimbingan konseling dengan membimbing paling sedikit 5 rombel per tahun.

Menilai hasil pembelajaran atau pembimbingan merupakan proses pengumpulan dan pengolahan informasi untuk mengukur pencapaian hasil belajar peserta didik pada aspek sikap, pengetahuan, dan keterampilan.

Membimbing dan melatih peserta didik dapat dilakukan melalui kegiatan kokurikuler dan/atau kegiatan ekstrakurikuler.

Tugas tambahan yang melekat pada pelaksanaan tugas pokok sesuai dengan beban kerja Guru meliputi: 
  1. wakil kepala satuan pendidikan; 
  2. ketua program keahlian satuan pendidikan; 
  3. kepala perpustakaan satuan pendidikan; 
  4. kepala laboratorium, bengkel, atau unit produksi/ teaching factory satuan pendidikan; 
  5. pembimbing khusus pada satuan pendidikan yang menyelenggarakan pendidikan inklusif atau pendidikan terpadu; atau tugas tambahan lainnya yang terkait dengan pendidikan di satuan pendidikannya.
Untuk lebih jelas memahami Permendikbud No. 15 Tahun 2018, dapat mengunduh file berikut.
Permendikbud No. 15 Tahun 2018 (unduh)
Lampiran 1 Permendikbud No. 15 Tahun 2018 (unduh)
Lampiran 2 Permendikbud No. 15 Tahun 2018 (unduh)
Lampiran 3 Permendikbud No. 15 Tahun 2018 (unduh)