Saturday, December 14, 2019

Permendikbud Nomor 44 Tahun 2019 Tentang PPDB

Guna mengoptimalkan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di daerah, maka Kemendikbud mengeluarkan Permendikbud No. 44 Tahun 2019.
PPDB

PPDB dilaksanakan berdasarkan 5 prinsip yaitu:
  1. nondiskriminatif;
  2. objektif;
  3. transparan;
  4. akuntabel; dan
  5. berkeadilan.
Persyaratan calon peserta didik baru pada jenjang TK adalah:
  1. berusia 5  tahun atau paling rendah 4  tahun untuk kelompok A; dan
  2. berusia 6  tahun atau paling rendah 5 tahun untuk kelompok B.

Persyaratan calon peserta didik baru kelas 1 SD berusia:
  1. 7 tahun sampai dengan 12 tahun; atau
  2. paling rendah 6 tahun pada tanggal 1 Juli tahun berjalan.
  3. Sekolah wajib menerima peserta didik yang berusia 7 tahun sampai dengan 12 tahun.
  4. Pengecualian syarat usia paling rendah 5  tahun 6  bulan pada tanggal 1 Juli tahun berjalan yang diperuntukkan bagi calon peserta didik yang memiliki potensi kecerdasan dan/atau bakat istimewa dan kesiapan psikis yang dibuktikan dengan rekomendasi tertulis dari psikolog profesional. Jika tidak tersedia, rekomendasi dapat dikeluarkan oleh dewan guru Sekolah.
Persyaratan calon peserta didik baru kelas 7  SMP:
  1. berusia paling tinggi 15 tahun pada tanggal 1 Juli tahun berjalan; dan
  2. memiliki ijazah SD/sederajat atau dokumen lain yang menjelaskan telah menyelesaikan kelas 6 SD.
Persyaratan calon peserta didik baru kelas 10 SMA atau SMK:
  1. berusia paling tinggi 21 tahun pada tanggal 1 Juli tahun berjalan; dan
  2. memiliki ijazah SMP/sederajat atau dokumen lain yang menjelaskan telah menyelesaikan kelas 9 SMP.

Pendaftaran PPDB dilaksanakan melalui 4 jalur sebagai berikut:
  1. zonasi (50% dari daya tampung sekolah);
  2. firmasi (15% dari daya tampung sekolah);
  3. perpindahan tugas orang tua/wali (5% dari daya tampung sekolah); dan/atau
  4. prestasi.
Untuk lebih lengkap dapat membaca Permendikbud No. 44 Tahun 2019 berikut.
(unduh)


Demikian yang dapat kami bagikan, semoga pelaksanaan PPDB selalu dilancarkan.
Salam edukasi.

Permendikbud Nomor 43 Tahun 2019 Tentang Ujian Sekolah dan Ujian Nasional

Sistem pendidikan harus mendorong tumbuhnya praktik pembelajaran yang menumbuhkan daya nalar dan karakter peserta didik secara utuh. Untuk itu, hendaknya satuan pendidikan diberikan keleluasaan untuk berinovasi dalam menciptakan lingkungan belajar yang berpihak pada peserta didik. 

Untuk mengatur penyelenggaraan Ujian yang dilaksanakan oleh satuan pendidikan dan ujian nasional, maka Mendikbud telah mengeluarkan Permendikbud No. 43 tahun 2019.

Ujian nasional
Ujian adalah kegiatan yang dilakukan untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik sebagai pengakuan prestasi belajar dan/atau penyelesaian dari suatu Satuan Pendidikan. Sedangkan Ujian Nasional merupakan kegiatan pengukuran capaian kompetensi lulusan pada mata pelajaran tertentu secara nasional dengan mengacu pada Standar Kompetensi Lulusan.

Baca Juga: Prosedur Operasional Standar (POS) Penyelenggaraan UN 2019/2020

Ujian yang diselenggarakan oleh Satuan Pendidikan merupakan penilaian hasil belajar oleh Satuan Pendidikan yang bertujuan untuk menilai pencapaian standar kompetensi lulusan untuk semua mata pelajaran berdasarkan kurikulum yang berlaku.

Bentuk Ujian yang diselenggarakan oleh Satuan Pendidikan berupa:
  1. portofolio;
  2. penugasan;
  3. tes tertulis; dan/atau
  4. bentuk kegiatan lain yang ditetapkan Satuan Pendidikan sesuai dengan kompetensi yang diukur berdasarkan Standar Nasional Pendidikan

Satuan Pendidikan wajib menyampaikan nilai Ujian yang diselenggarakan oleh Satuan Pendidikan dan nilai rapor kepada Kementerian melalui data pokok pendidikan untuk kepentingan peningkatan dan pemerataan mutu pendidikan.

Ujian Nasional merupakan penilaian hasil belajar oleh Pemerintah Pusat yang bertujuan untuk menilai pencapaian kompetensi lulusan secara nasional pada mata pelajaran tertentu sesuai dengan kurikulum yang berlaku.
Untuk lebih jelasnya, dapat membaca permendikbud No, 43 Tahun 2019 berikut.

Demikian yang dapat kami bagikan, semoga bermanfaat.
Salam edukasi.

Thursday, December 12, 2019

Penggunaan Materi 3.000 dan 6.000 pada Kuintansi

Halo Sahabat!
Pernahkan membeli materai 3.000 atau 6.000?
Sudah tahu fungsinya?
Atau masih bingung jika ingin menggunakan pada kuitansi?
Sahabat akan menemukan jawabannya disini, baca artikel ini sampai habis ya!

Penggunaan Materai 3000 dan 6000

Bea Materai merupakan pajak yang dikenakan pada beberapa dokumen resmi yang bertujuan untuk memberikan nilai hukum terhadap sebuah dokumen. Sehingga, status dokumen tersebut setelah diberi materai akan berubah menjadi surat berharga. Saat ini dikenal 2 jenis materai, yaitu materai 3000 dan 6000. 


Materai pada kuitansi digunakan dengan ketentuan sebagai berikut.

  1. Kuitansi dengan nilai uang lebih dari 1 juta menggunakan materai 6.000.
  2. Kuitansi dengan nilai uang berada pada rentang lebih dari Rp250.000,00 s/d Rp1.000.000,00 menggunakan materai 3.000.
  3. Kuitansi dengan nilai uang sampai Rp250.000,00 tidak dikenakan bea materai.
Bagaimana sahabat sudah paham bukan?
Ketentuan di atas perlu kita ingat, ketika membuat laporan pertanggungjawaban seperti BOS dan lainnya.


Demikian yang dapat kami bagikan, semoga bermanfaat.
Salam edukasi.

Sumber:
http://www.pajakonline.com
https://www.brilio.net

Wednesday, December 11, 2019

Surat Edaran Mendikbud Tentang Penyederhanaan RPP

Penyederhanaan RPP

Kabar Gembira untuk guru-guru se-Indonesia!

Bapak Mendikbud, Nadiem Anwar Makarim telah mengeluarkan surat edaran No. 14 Tahun 2019 tentang Penyederhanaan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Inti dari isi dari surat ini adalah guru dapat menyusun RPP dengan prinsip efisien, efektif, dan berorientasi pada siswa. Efisien berarti penyusunan RPP dilakukan dengan tepat dan tidak menghabiskan banyak waktu dan tenaga. Efektif berarti penyusunan RPP dilakukan untuk mencapai tujuan pembelajaran. Berorientasi pada siswa berarti penyusunan RPP dilakukan dengan mempertimbangkan kesiapan, ketertarikan, dan kebutuhan belajar murid di kelas.

Selain itu, dari 13 komponen RPP, 3 komponen inti wajib dilaksanakan guru dan yang lainnya hanya sebagai pelengkap. 3 komponen inti yaitu tujuan pembelajaran, langkah-langkah pembelajaran, dan penilaian pembelajaran. Dengan demikian, RPP dapat dibuat dengan singkat tanpa batas halaman asalkan sesuai dengan prinsip di atas.
Untuk lebih jelas tentang surat edaran ini, ada membaca pada file berikut.

Baca Juga: Contoh RPP Berorientasi HOTS Tugas PKP

Demikian yang dapat kami bagikan, semoga bermanfaat dan dapat dijadikan pedoman.
Salam edukasi.

Empat Pokok Kebijakan Merdeka Belajar dari Kemendikbud

Kebijakan Merdeka Belajar

Pada tanggal 11 Desember 2019, Kementerian Pendidikan Nasional telah mengeluarkan empat pokok kebijakan belajar. Pokok-pokok kebijakan tersebut yaitu:

  1. Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN)
  2. Ujian Nasional (UN)
  3. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)
  4. Peraturan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Zonasi
Baca Juga: Penilaian Hasil Belajar dalam Kurikulum 2013

Adapun penjelasannya sebagai berikut.


Sahabat dapat menguduh empat pokok kebijakan merdeka belajar Kemendikbud pada link berikut.
Empat pokok kebijakan merdeka belajar Kemendikbud (unduh).
Demikian yang dapat kami bagikan, semoga dengan kebijakan ini kinerja guru menjadi lebih baik dan kualitas pendidikan di Indonesia menjadi lebih berkualitas.

Salam edukasi.

Sumber: https://www.kemdikbud.go.id/main/blog/2019/12/empat-pokok-kebijakan-merdeka-belajar

Tuesday, December 10, 2019

Syarat Pengajuan Jabatan Fungsional Guru

Syarat pengajuan jabatan fungsional guru

Guru PNS merupakan jabatan fungsional. Untuk itu seorang guru dapat mengajukan SK Jabatan Fungsional agar mendapat tunjangan pendidikan dan penghasilan lainnya sesuai dengan aturan yang ada.

Jabatan Fungsional guru ada 4, yaitu:
Guru Pertama: Penata Muda, III/a dan Penata Muda Tk. I, III/b.
Guru Muda:Penata, III/c dan Penata Tingkat I, III/d.
Guru Madya: Pembina, IV/a, Pembina Tingkat I, IV/b, dan Pembina Utama Muda, IV/c.
Guru Utama: Pembina Utama Madya, IV/d dan Pembina Utama, IV/e.
Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya diatur dalam Permenpan RB Nomor 16 tahun 2009. Pada pasal 30 ayat 1 disebutkan bahwa, PNS yang diangkat pertama kali dalam jabatan fungsional guru harus memenuhi pesrsyaratan berikut;

  1. berijazah paling rendah Sarjana (S1) atau Diploma IV, dan bersertifikat pendidik;
  2. pangkat paling rendah golongan penata muda golongan ruang III/a;
  3. setiap unsur penilaian pelaksanaan pekerjaan dalam Daftar Penilaian  Pelaksanaan Pekerjaan (DP3) atau sekarang disebut Penilaian Prestasi Kerja (PPK) paling rendah bernilai baik dalam satu tahun terakhir; dan 
  4. mempunyai kinerja baik yang dinilai pada masa Program Induksi.
Sedangkan untuk Guru yang sudah mempunyai Jabatan fungsional, kemudian naik ke jabatan fungsional di atasnya, harus melengkapi persyaratan berikut.
  1. SK pangkat terakhir;
  2. Ijazah, Akte IV, dan transkrip nilai;
  3. SK Jabatan Fungsional lama
  4. Penetapan Angka Kredit (PAK) lama; dan
  5. Penetapan Angka Kredit (PAK) baru
Baca Juga: Benarkah Sertifikat Pendidik Hambat Kenaikan Pangkat Guru? Ini Jawabannya

Biasanya pengusulan Jabatan Fungsional bagi guru lama dilakukan bersamaan dengan pengusulan naik pangkat guru.

Demikian yang dapat kami bagikan, semoga bermanfaat.
Salam edukasi.

Monday, December 9, 2019

Prosedur Operasional Standar (POS) Penyelenggaraan UN 2019/2020

POS UN 2019/2020

Ujian Nasional (UN) merupakan kegiatan pengukuran capaian kompetensi lulusan pada mata pelajaran tertentu secara nasional dengan mengacu pada standar kompetensi lulusan. Untuk kelancaran pelaksanaan UN Tahun Pelajaran 2019/2020, Badan  Standar Nasional Pendidikan (BSNP) telah mengeluarkan Prosedur Operasional Standar (POS) Penyelenggaraan Ujian Nasional (UN). POS UN ini diatur dalam Peraturan BNSP No. 0051/P/BSNP/XI/2019 Tentang Prosedur Operasional Standar Penyelenggaraan Ujian Nasional Tahun Pelajaran 2019/2020.

POS UN ini dibuat berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 4 Tahun 2018 tentang Penilaian Hasil Belajar oleh Pemerintah dan Penilaian Hasil Belajar oleh Satuan Pendidikan. 

POS UN ini mengatur penyelenggaraan dan pelaksanaan Ujian Nasional di satuan pendidikan formal dan non-formal tingkat Sekolah Menengah Pertama/Madrasah Tsanawiyah dan yang sederajat, Sekolah Menengah Atas/Madrasah Aliyah dan yang sederajat, serta Sekolah Menengah Kejuruan/Madrasah Aliyah Kejuruan dan yang sederajat.
Untuk lebih lengkap memahami tentang POS UN ini, maka sahabat dapat membaca pada file berikut.



Demikian yang dapat kami bagiksn, semoga penyelenggaraan UN Tahun Pelajaran 2019/2020 dapat berjalan sesuai harapan.

Salam edukasi.

Sumber: http://bsnp-indonesia.org/

Kisi-Kisi Ujian Nasional Jenjang Pendidikan Dasar dan Menengah 2019/2020

Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) telah mengeluarkan kisi-kisi Ujian Nasional (UN) untuk jenjang Pendidikan Dasar dan Menengah Tahun Pelajaran 2019/2020.

kisi-kisi UN 2019/2020

Berikut kisi-kisi UN pada setiap jenjang pendidikan:

  • KISI-KISI UN SMPLB TAHUN PELAJARAN 2019_2020 (unduh)
  • KISI-KISI UN SMALB TAHUN PELAJARAN 2019_2020 (unduh)
  • KISI-KISI UN GABUNG SMP TAHUN PELAJARAN 2019_2020 (unduh)
  • KISI-KISI UN GABUNG SMA TAHUN PELAJARAN 2019_2020 (unduh)
  • KISI-KISI UN GABUNG PAKET B dan PAKET C TAHUN PELAJARAN 2019_2020 (unduh)
  • KISI KISI UN GABUNG SMK TAHUN PELAJARAN 2019_2020 (unduh)
Kisi-kisi di atas dapat dijadikan pedoman oleh guru dalam mempersiapkan siswanya untuk menghadapi ujian nasional. Disamping itu, dengan adanya kisi-kisi ini dapat dijadikan gambaran oleh siswa dalam memprediksi soal yang akan keluar ketika ujian, sehingga mereka dapat mempersiapkan dirinya. Persiapan yang dapat dilakukan tentu dengan mempelajari materi dan latihan soal sesuai dengan kisi-kisi yang ada.


Semoga dengan adanya kisi-kisi ini, semua siswa dapat lulus dengan nilai terbaik.

Demikian yang dapat kami bagikan, semoga bermanfaat. 
Salam edukasi.

Sumber: http://bsnp-indonesia.org/

Tata Cara Belanja melalui SIPLah

cara transaksi di SIPlah

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan telah membuat Sistem Informasi Pengadaan Barang dan Jasa di Sekolah atau SIPlah. SIPlah digunakan sekolah dalam pengadaaan barang dan jasa secara daring melalui pasar daring.

Cara Pembelian barang/jasa melalui SIPLah terdiri atas tiga proses bisnis utama, yaitu registrasi Penyedia, pelaksanaan belanja, dan serah terima/pembayaran.

1. Registrasi Penyedia

Penyedia melakukan akses ke laman SIPLah melalui https://siplah.kemdikbud.go.id. Kemudian penyedia memilih dan membuka salah satu/beberapa laman operator pasar daring. lalu penyedia mengisi data sebagai berikut.
a) Badan Usaha

  • nama resmi;
  • nomor pokok wajib pajak;
  • alamat lengkap;
  • nama penanda tangan;
  • jabatan penanda tangan;
  • nomor telepon;
  • alamat surat elektronik; dan
  • nomor rekening.
 b) Individu

  • nama resmi;
  • nomor induk kependudukan;
  • nomor pokok wajib pajak
  • alamat lengkap;
  • nomor telepon;
  • alamat surat elektronik; dan
  • nomor rekening.

Operator pasar daring melakukan verifikasi terkait data yang dikirimkan. Operator pasar daring akan mengirimkan notifikasi Penyedia atas keberhasilan registrasi.


2. Pelaksanaan Belanja
  • Sekolah melakukan akses laman SIPLah melalui https://siplah.kemdikbud.go.id dan log-in dengan SSO Dapodik.
  • Penyedia memilih salah satu/beberapa operator pasar daring dan membuka laman operator pasar daring.
  • Sekolah melakukan pencarian penawaran barang/jasa.
  • Sekolah dapat melakukan perbandingan penawaran barang/jasa melalui SIPLah, menurut barang/jasa, harga, pengiriman,penjual.
  • Sekolah memasukan permintaan negosiasi.
  • Dalam hal Penyedia menyepakati negosiasi,Penyedia mengirimkan kesepakatan negosiasi kepada sekolah.
  • Dalam hal Penyedia tidak menyepakati negosiasi, Penyedia mengirimkan penolakan negosiasi kepada sekolah.
  • Dalam hal Penyedia tidak memberikan tanggapan dalam waktu 1x24 jam, sekolah dapat membatalkan pesanan.
  • Sekolah melakukan pesanan berdasarkan hasil kesepakatan negosiasi.
  • Penyedia melakukan persetujuan pesanan.
  • Sekolah menerima notifikasi dan dapat melakukan pemantauan status pesanan: disetujui oleh penjual, diproses oleh penjual, dikirim oleh penjual, status proses pengiriman atas hasil pemantauan pembeli masih dapat melakukan pembatalan pesanan.
Baca Juga: Apa Itu SIPlah BOS?

3. Serah Terima dan Pembayaran
Serah Terima Barang/Jasa dilakukan dengan ketentuan berikut.
  • Pada saat pengiriman barang ke sekolah, Penyedia melampirkan dokumen Berita Acara Serah Terima (BAST)yang telah ditandatangani oleh penyedia
  • Sebelum menandatangani BAST, bendahara sekolah melakukan pemeriksaan atas hasil pengadaan barang/jasa.
  • Apabila barang yang dikirim tidak sesuai dengan ketentuanyang tertuang dalam kontrak/perjanjian, bendahara sekolahmeminta Penyedia untuk memperbaiki dan/atau melengkapi kekurangan dalam jangka waktu yang disepakati bersama.
  • Dalam hal pekerjaan telah sesuai dengan ketentuan yang tertuang dalam spesifikasi kontrak/perjanjian, bendahara sekolah menandatangani BAST.
  • Bendahara sekolah menyimpan BAST sebagai kelengkapan dokumen pertanggungjawaban.
Pembayaran dapat dilakukan dengan ketentuan berikut.
  • Dalam hal bendahara sekolah menandatangani BAST, bendahara sekolah mengajukan permohonan pembayaran kepada kepala sekolah;
  • Kepala sekolah melakukan pemeriksaan terhadap dokumen permintaan pembayaran.
  • Dalam hal kepala sekolah menyetujui, bendahara sekolah melakukan pembayaran secara nontunai.

Demikian yang dapat kami bagikan, smeoga bermanfaat.
Salam edukasi.

Sunday, December 8, 2019

Transaksi Non Tunai Sekolah

Internet Banking Bisnis

Mulai tahun 2020, Pemerintah Kabupaten Jembrana menerapkan sistem nontunai di sekolah. Hal ini dilakukan berdasarkan intruksi Presiden RI No. 10 Tahun 2016 tentang aksi pencegahan Korupsi Tahun 2016 dan 2017. Kemudian mendagri mengeluarkan surat edaran Nomor 910/1867/SJ tentang implementasi transaksi non tunai pada pemerintah daerah Kabupaten/kota. Khusus di Kabupaten Jembrana, Bupati Jembrana mengeluarkan intruksi Bupati No. 1 Tahun 2017 tentang Pelaksanaan transaksi Non Tunai pada Pemerintah Kabupaten Jembrana.

Transaksi Non Tunai dapat mempermudah kerja Bendahara dan dapat mencegah hal-hal yang tidak diinginkan. 

Transaksi Non Tunai menggunakan internet Bisnis BPD. Bendahara sebagai maker (penginput) barang/jasa yang mau dibeli.
Bendahara membayar setelah SPJ selesai dibuat, sehingga laporan keuangan bendahara akan balance.

Baca Juga: Apa Itu SIPlah BOS?

Semua transaksi semua menggunakan pembayaran non tunai kecuali untuk perjalanan dinas ke luar provinsi masih diberikan panjar untuk pembelian tiket dan hotel. Untuk transaksi belanja pegawai dilakukan via transfer rekening bank.

Dalam pelaksanaannya, transaksi non tunai ditopang oleh fitur dari Bank Pembangunan Daerah (BPD), seperti di Jembrana dibantu oleh BPD Bali melalui Internet Banking Bisnis. Internet Banking Bisnis berfungsi untuk bertransaksi dan memantau rekening secara online. Terdaftar 3 user, yaitu Maker, Checker, dan Realeser. Untuk di sekolah cukup dipakai Maker dan Releaser saja. Maker bertugas membuat realisasi tranfer dan releaser bertugas untuk memvalidasi transaksi.

Adapun persyaratan untuk membuat akun internet banking bisnis adalah:

  1. Surat kuasa
  2. Limit Transaksi
  3. Formulir pembukaan
  4. SK Kepala Sekolah
  5. Sk Penunjukkan Bendahara BOS
  6. NPWP Sekolah/BOS
  7. Fotocopy KTP kepala sekolah dan Bendahara BOS
Untuk syarat 1, 2, dan 3 dapat diperoleh di Bank. Setelah lengkap dan formulir diisi, maka data akan diinput dan dibuatkan akunnya.


Demikian yang dapat kami bagikan, semoga bermanfaat.
Salam edukasi.

Sumber: Rapat Bendahara BOS Kab. Jembarana (Desember 2019)

Apa Itu SIPlah BOS?

SIPlah BOS

Sistem Informasi Pengadaan Barang/Jasa di Sekolah (SIPLah) adalah sistem daring dalam kewenangan, penguasaan, dan kepemilikan oleh Kementerian yang digunakan oleh sekolah untuk melaksanakan proses pengadaan barang/jasa secara daring dengan memanfaatkan sistem pasar daring (e-market place).

SIPLah digunakan untuk pengadaan barang/jasa yang dananya bersumber dari dana BOS dan/atau dana lain yang ketentuan pengadaannya dilakukan secara daring melalui SIPLah dengan penetapan oleh pejabat sesuai kewenanganya.
Tujuannya dari SIPlah yaitu:
  1. rekapitulasi realisasi dana BOS secara realtime;
  2. mempermudah pelaporan sekolah;
  3. meningkatkan tata kelola Panitia pengadaan barang dan jasa (PBJ) sekolah;
  4. kompetisi harga terbaik;
  5. meningkatkan p-eran serta UMKM di sekitar sekolah ke pasar nasional;
  6. data transaksi SIPlah sebagai dasar pembuatan paket kebijakan.

Jenis Barang/Jasa melalui SIPLah terdiri dari:
  1. Barang/Jasa umum; dan
  2. Barang/Jasa yang dinilai strategis.
Pencantuman dan nilai transaksi barang/jasa melalui SIPLah dilakukan dengan metode sebagai berikut:
a. untuk Barang/Jasa umum dilakukan dengan ketentuan:
  1. pencantuman dilakukan tanpa proses pemilihan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan; dan
  2. pengadaan dengan nilai transaksi paling banyak sebesar Rp200.000.000,00;
b. untuk Barang/Jasa yang dinilai strategis dengan ketentuan:
  1. pencantuman dilakukan dengan proses pemilihan; dan
  2. pengadaan dengan nilai transaksi paling banyak sebesar Rp2.500.000.000,00;
Kriteria Barang/Jasa yang dinilai strategis sebagai berikut:
  1. memiliki pengaruh yang besar/signifikan terhadap pencapaian sasaran pembangunan nasional dan/atau indikator kinerja utama Kementerian;
  2. memerlukan penilaian kualifikasi teknis dan harga;
  3. berpengaruh terhadap reputasi pemerintah atau Kementerian; dan/atau
  4. memerlukan tingkat ketersediaan yang memadai.
Barang/jasa yang dinilai strategis tersebut ditetapkan oleh Sekretaris Jenderal Kementerian.
Aspek utama PBJ dan SIPlah yaitu:
  1. barang/jasa yang diadakan
  2. harga transaksi
  3. pemilihan penyedia barang/jasa
Jasa yang bisa dibeli di SIPlah:
  1. jasa perbaikan elektronik
  2. jasa perbaikan komputer
  3. jasa pertukangan
  4. jasa perbaikan AC
  5. dan lain sebagainya sesuai dengan juknis BOS
Barang yang bisa dibeli di SIPlah:
  1. konsumsi
  2. elektronik
  3. komputer
  4. bahan praktek
  5. buku
  6. dan lain sebagainya sesuai dengan juknis BOS
Baca Juga: Kewajiban Perpajakan Bendahara BOS

Demikian yang dapat kami bagikan, semoga bermanfaat.
Salam edukasi.

Sumber: Permendikbud No. 35 Tahun 2019 dan Materi Sosialisasi SIPlah Kabupaten Jembrana

Thursday, December 5, 2019

Lomba Media Pembelajaran Matematika Berbasis IT bagi Guru se-Bali Tahun 2020

Kabar Gembira!
Himpunan Mahasiswa Jurusan Matematika mengadakan Lomba Media Pembelajaran Matematika Berbasis IT bagi Guru se-Bali Tahun 2020. Lomba ini merupakan serangkaian Pekan Gema Matematika (PGM) Tahun 2020 yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Jurusan Matematika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Pendidikan Ganesha.

Pendaftaran dan Pengumpulan Karya dimulai pada tanggal 16 Desember 2019 s/d 17 Januari 2020. Karya yang masuk akan dinilai pada tahap Penjurian dari tanggal 24 Januari 2020 s/d 2 Februari 2020. Pengumuman 10 Besar Finalis dilaksanakan pada tanggal 3 Februari 2020. Semua finalis akan mempresentasikan karyanya untuk memperoleh juarapada tanggal 15 Februari 2020.

Baca Juga: Selamatkan Guru

Ketentuan Umum
  1. Peserta bersifat individual/perorangan dan hanya boleh mengirimkan satu karya
  2. Karya yang diikutsertakan belum pernah menjadi juara pada kompetisi lainnya
  3. Media pembelajaran yang dibuat merupakan karya orisinil peserta. Apabila dalam pembuatan media tersebut peserta mengutip karya orang lain sebagai referensi, maka peserta harus mencantumkan sumber kutipan tersebut.
  4. Media pembelajaran memiliki kemampuan untuk mendorong pembelajaran matematika yang aktif dan inovatif
  5. Media pembelajaran yang dibuat dapat digunakan untuk pembelajaran individu maupun kelompok
  6. Perlombaan dilaksanakan dalam dua tahap, yaitu: Tahap Penyisihan (seleksi karya dalam bentuk soft file) dan Tahap Final (presentasi karya).
  7. Hal-hal yang belum diatur dalam buku panduan ini akan diinformasikan lebih lanjut melalui narahubung maupun sosial media yang ada.


Baca Juga: Benarkah Sertifikat Pendidik Hambat Kenaikan Pangkat Guru? Ini Jawabannya

Untuk lebih jelasnya, dapat membaca buku panduan berikut



Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi narahubung berikut.
Situs : www.pgm-undiksha.com
Instagram : pgm_undiksha
Email : matriks.hmj@gmail.com
Narahubung (via SMS/WA): Eka Putri (081938038679)
Hendra Adi (08311786520)

Baca Juga: Buku Pedoman Guru dalam Kegiatan Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) Revisi 2016 Lengkap

Demikian yang dapat kami bagikan, jika informasi ini bermanfaat dapat menginfokan ke sahabat yang lain. Terima kasih. Salam edukasi.

Pengumuman Hasil Lomba Cipta Puisi Guru se-Bali 2019

Kabar gembira,
Telah dirilis nama-nama pemenang dan puisi terpilih lomba Cipta Puisi untuk Guru 2019. Lomba ini dilaksanakan oleh Demaga Seni Buleleng (DSB). Sejak kegiatan ini diumumkan pada tanggal 20 Oktober hingga ditutup pada 20 November 2019, DSB telah menerima sebanyak 467 puisi yang ditulis oleh 156 guru dari berbagai pelosok pulau Bali. Para guru tersebut menuliskan kegelisahan, duka lara, cinta, harapan, dan impian, persoalan sosial, budaya, lingkungan, dan sebagainya ke dalam bentuk puisi. Tentu hal ini sungguh membanggakan sekaligus mengharukan.


Dewan Juri terdiri dari tiga orang, yaitu Dewa Putu Sahadewa, Gde Artawan, dan Wayan Jengki Sunarta. Mereka membaca dan menilai dengan sungguh-sungguh setiap puisi peserta. Dalam proses penjurian tersebut, Dewan Juri mendapati bahwa banyak puisi yang berpotensi bagus, namun secara teknik belum diolah dengan matang. Pengolahan itu terutama berkaitan dengan diksi, penggunaan gaya bahasa, kalimat puitik, sublimasi, dan sebagainya.

Dewan Juri juga mencatat bahwa banyak peserta kurang terlatih membangun metafora dan keutuhan puisi sehingga gagasan yang kuat menjadi kedodoran dalam larik-larik puisi yang ditulis. Selain itu, banyak puisi kurang mendapat sentuhan swasunting, sehingga tampak salah ketik di sana-sini, penggunaan tata bahasa dan ejaan yang masih berantakan.
Namun, di luar semua itu, Dewan Juri juga menemukan sejumlah puisi yang cukup kokoh secara isi dan bentuk. Puisi-puisi yang mampu menggetarkan kalbu melalui pilihan kata (diksi), metafora yang mengejutkan, frase dan kalimat puitik yang sublim.

Dewan Juri telah menggelar rapat juri pada tanggal 25 November 2019 (bertepatan dengan Hari Guru) di Denpasar. Dalam rapat tersebut terjadi diskusi dan perdebatan yang alot karena masing-masing juri berusaha mempertahankan jagonya dengan berbagai argumentasi. Sebab setiap puisi yang dijagokan mengandung keunikan tersendiri. Karena selera setiap juri  berbeda, maka sebagai bagian dari seni, puisi memang selalu membuka peluang subjektivitas penilaian yang dengan berbagai cara akan menguji objektivitas para juri.

Namun, pada akhirnya, Dewan Juri berhasil memutuskan dan menetapkan puisi-puisi yang layak menjadi juara 1, 2, dan 3, serta “10 Puisi Nominasi”. Selain itu, masing-masing juri juga memilih puisi untuk katagori “56 Puisi Pilihan”. Sebanyak 69 puisi tersebut akan dibukukan dan diluncurkan pada tanggal 28 Desember 2019 di Rumah Dinas Gubernur Bali, Jayasabha, Denpasar.

Dermaga Seni Buleleng (DSB) mengucapkan terima kasih kepada para guru yang ikut berpartisipasi dalam lomba ini, kepada Dewan Juri, dan kepada Ibu Putu Putri Suastini Koster yang turut menjadi pencetus ide dan mendukung kegiatan ini. Semoga puisi selalu menyala di hati para guru.
Berikut ini adalah hasil Lomba Cipta Puisi Guru se-Bali 2019:

Juara 1: Senja Teduh dan Tiga Belas Catatan di Papan Tulis (Ida Ayu Wayan Sugiantari, SDN 1 Selumbung, Karangasem)

Juara II: Fragmen 30 (Gm Sukawidana, SMPN 1 Denpasar)

Juara III: Tari Matahari  (I Gusti Putu Bawa Samar Gantang, SMK Saraswati 3 Tabanan)

10 Puisi Nominasi
  1. Lumba-lumba Merah Bata (I Putu Agus Phebi Rosadi, SMAN 2 Mendoyo, Jembrana)
  2. Tembang Pemuja Api di Tanah Timur  (Ni Wayan Adnyani, SMAN 1 Bebandem, Karangasem)
  3. Nyanyian Laut (I Gusti Ayu Komang Wiliani, SMAS Lab. Singaraja)
  4. Membaca Lukisan di Balai Kambang (Putu Edy Arudi, SMPN 2 Sukasada, Buleleng)
  5. Perempuan Mata Angin Utara (Luh Putu Udayati, SMAK Santo Yoseph, Denpasar)
  6. Di Sekolah Ada Cerita (Aryadimas Ngurah Hendratno, PAUD PGRI 2 Denpasar)
  7. Tubuh Rahasia (Ni Made Rina Wijayanti, SMAN 2 Mendoyo, Jembrana)
  8. Maafkan Aku, Ibu (I Made Sarjana, SD Saraswati 6 Denpasar)
  9. Potret Tanpa Bingkai (Nyoman Geria Jagratha, SMKN 1 Singaraja)
  10. Mencari Bentuk di Layar Handphone (Luh Arik Sariadi, SMKN 3 Singaraja)
Baca Juga: Permendikbud No. 16 Tahun 2019 tentang Penataan Linieritas Guru Bersertifikat Pendidik 

56 Puisi Pilihan
  1. Hujan Hilang di Halaman (Ida Ayu Wayan Sugiantari, SDN 1 Selumbung, Karangasem)
  2. Senandung Sang Pejalan  (Gm Sukawidana, SMPN 1 Denpasar)
  3. Perempuan Penabur Cahaya (Gm Sukawidana, SMPN 1 Denpasar)
  4. Kebaya Tanah Hilir (I Gusti Ayu Komang Wiliani, SMAS Lab. Singaraja)
  5. Bayang Kanak (Aryadimas Ngurah Hendratno, PAUD PGRI 2 Denpasar)
  6. Pengampunan Ibu (Gede Aries Pidrawan, SMA PGRI 1 Amlapura)
  7. Ranting Tua (Wayan Wikana, SMKN 1 Amlapura)
  8. Sihir Langit (I Gusti Putu Bawa Samar Gantang, SMK Saraswati 3 Tabanan)
  9. Lakon Semesta (I Wayan Kerti, SMPN 1 Abang, Karangasem)
  10. Kabut Kintamani (Anak Agung Istri Inten Sukma Pratiwi, SDN 1 Semarapura Tengah, Klungkung)
  11. Mari Kita Sambut Pesawat Kita (I Gusti Bagus Weda Sanjaya, SMAN Bali Mandara, Buleleng)
  12. Tentang Kau, Aku, dan Burung Garuda (I Ketut Serawan, SMP Cipta Dharma, Denpasar)
  13. Senja di Lasiana (Ni Luh Putu Mahaputri, SMKN 3 Singaraja)
  14. Nasehat Ibu: Peselatan (A.A. Ayu Rahatri Ningrat, SMAN 1 Sukasada)
  15. Rindu Sungai Ayung Dulu (I Made Kridalaksana, SMAN 2 Mengwi, Badung)
  16. Tata Bahasa Doa (Imam Nurjaman, SMAN 1 Pekutatan, Jembrana)
  17. Hutan Bambu (Ni Luh Mayadi, SMKN 2 Bangli)
  18. Wanita Pedagang Buah (Luh Endayani, SDN 4 Tejakula, Buleleng)
  19. Kembali (A.A Ketut Agung, SMPK 1 Harapan, Denpasar)
  20. Gadis Kecil Perambah Ilalang ( Ni Putu Trisna Sulistyan, SDN 6 Pendem, Jembrana)
  21. Penjual Ibu (I Putu Sudarsana, SMAN 1 Bebandem, Karangasem)
  22. Tempat Asaku Berlabuh (Yogi Wintari, SD Bali Public School, Denpasar)
  23. Orang-orangan Sawah (Ni Nyoman Trisna Kusuma Dewi, SMPN 4 Mengwi, Badung)
  24. Selembar Rupiah Sepiring Nasi (Ni Putu Wijani, SD Saraswati 6 Denpasar)
  25. Tanah Hujan (Ni Putu Devy Gita Augustina, SD Bali Kiddy, Badung)
  26. Cinta Tak Berumah (Ni Putu Sugilastini, SMPN 11 Denpasar)
  27. Cerita Luka (A.A.A Sri Hartati, SMPN 3 Singaraja)
  28. Muasal Upacara Kelahiran (I Wayan Widiastama, SDN 2 Bunutan, Karangasem)
  29. Sang Waktu (Ni Nyoman Sumiasih, SMAS Lab. Singaraja)
  30. Merawat Resah Kartu-kartu (Made Rina Wijayanti, SMAN 2 Mendoyo)
  31. Permainan Nada-nada  (Made Edy Juniawan, SDN 1 Kuta)
  32. Lelah Dimakan Gelisah (Ni Putu Desy Damayanthi, SMP Regents, Denpasar)
  33. Bedeng-bedeng Kerinduan (I Komang Warsa, SMAN 1 Rendang, Karangasem)
  34. Malam di Dermaga Buleleng (Luh Widyastuti, SDN 1 Peguyangan)
  35. Dari Sebuah Patung (Putu Ardana Bukian, SMKN 1 Kubutambahan, Buleleng)
  36. Bagaimana Kugugat Rindu (Natalino Muni Nepa Rassi, SMP Nasional, Denpasar)
  37. Harga Suralaya  (Gede Putra Adnyana, SMAN 1 Banjar, Buleleng)
  38. Mengalirlah (Luh Meilani Novita Sari, SMKN 1 Sawan, Buleleng)
  39. Jika Kau Masih Ada di Teluk Benoa (Luh Arik Sariadi, SMKN 3 Singaraja)
  40. Kertas Usang  (Ni Made Yuliani, SMPN 1 Negara)
  41. Mabuk Kopi (I Wayan Esha Baskara, SMKN 1 Denpasar)
  42. Nyanyian Kemarau (Made Edy Arudi, SMPN 2 Sukasada)
  43. Daun Sirih dan Empat Wanita Tua (I Wayan Paing, SDN 4 Ababi, Karangasem)
  44. Kampung Kabut (Ni Wayan Adnyani, SMAN 1 Bebandem)
  45. Bekal dari Ayah (Ni Wayan Surasmini, SDN 3 Pidpid, Karangasem)
  46. Doa (I Wayan Sudirtha, SMAN 1 Negara, Jembrana)
  47. Resah (R.M. Rachmatullah Rafsanjani, MIN 2 Buleleng)
  48. Puisi Kehidupan (I Wayan Sudirtha, SMAN 1 Negara)
  49. Dini Hari (Ayu Putu Sri Wahyuni, SDN 6 Sesetan, Denpasar)
  50. Yang Kami Pertuankan (Ni Nengah Rusmadi, SMAN 1 Susut, Bangli)
  51. Pendayung Besi di Tanah Bali (I Made Darma Sucipta, SMP Pelangi Dharma Nusantara, Denpasar)
  52. Ketika Panas dan Debu PLTU Menyerbu (I Komang Arsana, SDN 2 Pengulon, Buleleng)
  53. Bila Suara Gitar Mendayu (I Gusti Kompiang Darmayani, SDN 3 Sukawati, Gianyar)
  54. Perampok Pasar (Nurjaya PM, SMPN 1 Ubud)
  55. Kenanga di Zona Loreng (Luh Ari Parwati, SDN 2 Tajen, Tabanan)
  56. Cungkup Sang Akil (I Gede Arysantika, SMAN 2 Banjar, Buleleng)
Catatan:
- Urutan puisi nominasi dan puisi pilihan tidak berdasarkan ranking.
Demikian pengumuman hasil lomba puisi untuk guru Tahun 2019. Selamat untuk para juara dan yang masuk nominasi. Semoga kegiatan ini rutin diadakan setiap tahun, sehingga bisa memotivasi guru dalam berkreasi lewat karya sastra puisi.

Salam literasi.

Wednesday, December 4, 2019

Sudah Daftar CPNS 2019, Berikut Daftar Gajinya

Hallo Sahabat!
Bagi sahabat yang sudah daftar CPNS 2019, apakah sudah tahu berapa besar gaji yang akan diterima setiap bulannya jika diterima?

Aturan tentang gaji PNS diatur dalam PP No. 15 Tahun 2019. Besaran gaji setiap PNS berbeda-beda sesuai dengan pangkat/golongan dan masa kerjanya. Perhatikan tabel berikut.

daftar Gaji PNS 2019

Misalnya CPNS dengan golongan III/a, maka akan memperoleh 80% dari gaji pokok dengan masa kerja 0 tahun, yaitu Rp2.579.400,00 x 80% = Rp2.063.520,00. Ketika sudah Pelatihan Dasar PNS, maka gaji akan diterima 100%, sebesar Rp2.579.400,00. Gaji ini akan naik secara berkala setiap 2 tahun sekali, dengan mengusulkan kenaikan gaji berkala. Pada tahun kedua, maka akan memperoleh gaji Rp2.660.700,00. Jika ditahun ketiga sudah bisa naik pangkat ke III/b, maka gajinya akan naik dengan masa kerja 2 tahun sebesar Rp2.773.200,00. Begitu seterusnya.


Gimana sahabat, apa sudah terbayang gaji yang akan diperoleh jika lulus tes CPNS 2019? tentu ini dapat menjadi semangat untuk belajar dan berjuang agar lulus tes. Namun yang lebih penting adalah dapat mengisi kemerdekaan dengan mengabdi kepada negara dengan menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN).
Demikian yang dapat kami bagikan, semoga bermanfaat. 
Salam edukasi.

Monday, December 2, 2019

Kode Surat Instansi Pemerintahan

Kode Surat

Dalam surat menyurat dalam instansi pemerintahan, kita sering mengalami kebingungan dalam menentukan kode suratnya. Buku panduannya juga susah untuk ditemukan. Jika adapun sudah usang dan tulisannya sudahj tidak jelas. Untuk itu, kali ini kami akan berbagi tentang Kode Surat yang sering digunakan dalam surat-menyurat atau administrasi lainnya di instansi pemerintahan.

No. Kode Keterangan
1. 420 Pendidikan

420.1 Pendidikan khusus
2. 421 Sekolah

421.1 Pra Sekolah

421.2 Sekolah Dasar

421.3 Sekolah Menengah

421.4 Sekolah Tinggi

421.5 Sekolah Kejuruan

421.6  Kegiatan Sekolah

421.7 Kegiatan Pelajar

421.7.1  Reuni, Darmawisata

421.7.2  Pelajar Teladan

421.7.3  Resimen Mahasiswa

421.8  Sekolah Pendidikan Luar Biasa

421.9  Pendidikan Luar Sekolah/pemberantasan Buta Huruf
3. 422  Administrasi Sekolahan

422.1  Persyaratan masuk sekolah, testing, ujian, pendaftaran

422.2  Tahun Pelajaran

422.3  Hari Libur

422.4  Uang Sekolah

422.5  Bea Siswa

423  Metode Belajar

423.1  Kuliah

423.2  Ceramah Simposium

423.3  Diskusi

423.4  Kuliah Lapangan, Widyawisata, KKN

423.5  Kurikulum

423.6  Karya Tulis

423.7  Ujian
4. 424 Tenaga Pengajar, Guru, Dosen, Dekan, Rektor
5. 425  Sarana Pendidikan

425.1  Gedung

425.1.11  Gedung Sekolah

425.1.12  Kampus

425.1.13  Pusat Kegiatan Mahasiswa

425.2  Buku

425.3  Perlengkapan Sekolah
6. 426  Keolahragaan

426.1  Cabang Olahraga

426.2  Sarana

426.21  Gedung Olahraga

426.22  Stadion

426.23  Lapangan

426.24  Kolam Renang

426.3  Pesta olahraga

426.4  Hobby
7. 427  Kepemudaan
8. 428  Kepramukaan
9. 429  Pendidikan Kedinasan (Departemen Dalam Negeri 890)
10 430 Kebudayaan
11 431  Kesenian

431.1  Cabang Kesenian

431.2  Sarana

431.21  Gedung Kesenian
12 800  Kepegawaian

800.1  Perencanaan

800.2  Penelitian

800.043  Pengaduan

800.07  Statistik

800.08  Peraturan Perundang-undangan
13 840 Kesejahteraan Pegawai
14 841Tunjangan

841.1 Jabatan

841.2 kehormatan

841.3 kematian

841.4 Tunjangan hari raya

841.5 Perjalan dinas tetap/cuti/pindah

841.6 keluarga

841.7 pangan, uang makan
15 850 Cuti

851 Cuti Tahunan

852 Cuti Besar

853 Cuti Sakit

854 Cuti Hamil

855 Cuti naik haji

856 Cuti di luar tanggungan negara

857 Cuti alasan lain

Baca Juga: Syarat Mengajukan Tunjangan Keluarga PNS

Demikianlah beberapa kode surat yang sering digunakan di instansi pemerintahan, utamanya di sekolah dasar. Untuk lebih lengkap dapat membaca pada buku kode surat di sekolah masing-masing.

Media dan Perangkat Pembelajaran Lengkap

Media dan Perangkat Pembelajaran Lengkap
Hanya Rp125.000,00 (Info & pemesanan klik gambar)