Thursday, April 11, 2019

Program Induksi Guru Pemula (PIGP), Berikut Pedoman dan Contoh Laporannya


Program Induksi Guru Pemula (PIGP) merupakan kegiatan orientasi pelatihan di tempat kerja, untuk melakukan praktek pemecahan permasalahan dalam proses pembelajaran bagi guru pemula pada sekolah/madrasah di tempat tugasnya. 

Peserta Program Induksi adalah: 
  1. guru pemula berstatus Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) yang ditugaskan pada sekolah/madrasah yang diselenggarakan oleh Pemerintah atau pemerintah daerah; 
  2. guru pemula berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS) mutasi dari jabatan lain. 
  3. guru pemula bukan PNS yang ditugaskan pada sekolah/madrasah yang diselenggarakan oleh masyarakat. 
Program induksi merupakan tahap penting dalam Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) bagi seorang guru. Program Induksi Guru Pemula dapat juga dilaksanakan sebagai Program Induksi Guru Pemula Berbasis Sekolah, karena itu pelaksanaan yang baik haruslah sistematis dan terencana berdasarkan konsep kerjasama dan kemitraan diantara para guru dalam pendekatan pembelajaran profesional. Induksi merupakan proses pembelajaran profesional yang berlangsung paling tidak selama satu tahun, dimana guru pemula belajar menyesuaikan diri dari pendidikan guru di sekolah atau dari tempat kerja lain untuk menjadi guru baik sebagai guru tetap, guru kontrak atau guru paruh waktu di sekolah. Induksi adalah proses pembelajaran untuk menjadi guru dan pembelajaran tentang profesi guru serta merupakan proses perkembangan kepribadian. 

Prinsip PIGP Penyelenggaraan program induksi bagi guru pemula didasarkan pada prinsip-prinsip sebagai berikut: 
  1. Profesional; penyelenggaraan program yang didasarkan pada kode etik profesi, sesuai bidang tugas; 
  2. Kemitraan; menempatkan guru pemula dan pembimbing sebagai mitra sejajar; 
  3. Kesejawatan; penyelenggaraan atas dasar hubungan kerja dalam tim; 
  4. Mandiri; bekerja tanpa bergantung pada pihak lain; 
  5. Demokratis; menempatkan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi dan kelompok; 
  6. Terbuka; proses dan hasil kerja diketahui oleh pihak-pihak yang berkepentingan; 
  7. Fleksibel; menyesuaikan dengan situasi dan kondisi lingkungan yang ada; 
  8. Partisipasif; melibatkan banyak pihak dalam pengambilan keputusan 
  9. Akuntabel; penyelenggaraan yang dapat dipertanggungjawabkan kepada publik; 
  10. Responsibel; penyelenggaraan bekerja sesuai dengan tupoksinya 
  11. Sistemik, dilaksanakan secara teratur dan runut; 
  12. Berkelanjutan, dilakukan secara terus menerus dengan selalu mengadakan perbaikan atas hasil sebelumnya; 
Tujuan PIGP:
  1. Beradaptasi dengan iklim kerja dan budaya sekolah 
  2. Melaksanakan pekerjaannya sebagai guru profesional di sekolah 
Program Induksi Guru Pemula didasarkan pada pemahaman bahwa: 
  1. Pembelajaran di tempat kerja merupakan unsur utama bagi perkembangan dan pembelajaran professional guru pemula, Tahap ini juga berperan penting dalam Pengembangan Kepprofesian Berkelanjutan (PKB). 
  2. Pembelajaran profesional melibatkan guru dan kelompok guru yang mengembangkan praktek dan pemahaman baru tentang pekerjaan mereka. 
  3. Kerjasama dan dialog profesional di sekolah dapat mendukung pembelajaran profesional, mengembangkan praktek reflektif dan memperkuat pendekatan kolegalitas untuk perkembangan sekolah. 
  4. Pembelajaran profesional guru merupakan landasan bagi perkembangan sekolah dan peningkatan hasil belajar siswa serta peningkatan status profesi. 
PIGP yang efektif adakah program yang: 
  1. Mengembangkan kompetensi professional guru pemula dalam mengajar 
  2. Menuntut peran kepala sekolah dan mentor untuk menciptakan hubungan yang kuat, profesional, dan positif dengan guru pemula serta pegawai sekolah lain 
  3. Didasarkan pada semangat kemitraan di sekolah 
  4. Mengintegrasikan refleksi dan evaluasi diri untuk guru pemula, mentor, dan kepala sekolah 
  5. Bersifat fleksibel dan mengalami peerubahan dalam perjalanan waktu untuk menyesuaikan dengan kebutuhan yang muncul dari guru pemula 
  6. Menghubungkan guru pemula, mentor, dan kepala sekolah dengan jaringan seprofesi di sekolah lain 
Yang akan membimbing Guru Pemula: 
  1. Guru pembimbing yang telah mendapatkan SK dari Kepala sekolah 
  2. Kepala Sekolah 
  3. Pengawas Sekolah 
Tata Cara Pelaksanaan Guru Pemula 

Bulan 1 : Praobservasi, Observasi, dan Pascaobservasi 

Bulan 2-9 : Penilaian oleh Pembimbing 

Bulan 10-11: Penilaian Oleh Kepala Sekolah 

Bulan 12 : Laporan PIGP Kategori Baik atau tidak Baik 

Aturan Nilai: 

91-100: Amat Baik 

76-90: Baik 

61-75: cukup 

51-60: sedang 

< 50: Kurang 

Nilai diatas 76 maka akan diterbitkan Sertifikat Guru Induksi Guru Pemula oleh Dinas Pendidik. Jika Kurang nilai 76 maka akan diperpanjang 1 Tahun lagi. Program PIGP dilaksanakan di sekolah selama 1 tahun.

Untuk lebih jelas, dapat mengunduh file berikut!
Permendiknas No. 27 Tahun 2010 Tentang Program Induksi Guru Pemula (unduh)
Panduan Kerja PIGP (Unduh)
Modul PIGP Bagi Pembimbing (unduh)
Modul PIGP Bagi Kepala Sekolah (unduh)
Modul PIGP Bagi Pengawas (unduh)
Contoh Laporan PIGP Guru Kelas SD (Unduh)

Saya adalah Seorang Guru yang mengajar di SDN 6 Yehembang, Kec. Mendoyo, Kab. Jembrana, Bali. Melalui Blog ini, saya ingin terus belajar sambil berbagi.