Sunday, December 30, 2018

OPTIMALISASI PERPUSTAKAAN SEKOLAH MELALUI PUSCIL DAN PROGRAM V3R UNTUK MENUMBUHKAN BUDAYA MEMBACA DAN MENULIS SISWA SD NEGERI 6 YEHEMBANG

OPTIMALISASI PERPUSTAKAAN SEKOLAH
MELALUI PUSCIL DAN PROGRAM V3R
UNTUK MENUMBUHKAN BUDAYA MEMBACA DAN MENULIS SISWA
SD NEGERI 6 YEHEMBANG
Oleh
I Wayan Ardika, S. Pd.
SD Negeri 6 Yehembang Kec. Mendoyo Kab. Jembrana Prov. Bali

1.     Pengantar
            Perpustakaan sekolah merupakan salah satu sumber belajar yang dapat dimanfaatkan oleh guru dalam pembelajaran. Perpustakaan dapat memberikan informasi tambahan kepada siswa tentang materi yang sedang dipelajari. Untuk itu, perpustakaan sekolah harus dikelola dengan baik agar dapat dimanfaatkan sebagai sumber belajar oleh setiap warga sekolah. Namun tidak semua pepustakaan sekolah mampu dikelola dengan baik, salah satunya adalah perpustakaan SD Negeri 6 Yehembang. Perpustakaan ini belum mampu memberikan pelayanan prima kepada pengunjung. Hal ini terjadi karena kurangnya guru dan tenaga kependidikan, serta sekolah belum mempunyai petugas khusus (pustakawan). Kondisi ini membuat buku-buku tidak tertata dengan rapi dan perpustakaan lebih sering tutup, sehingga siswa tidak terbiasa untuk mencari informasi diperpustakaan dan berdampak pada rendahnya budaya membaca dan menulis siswa.
            Untuk itu, diperlukan suatu inovasi untuk mengoptimalkan peran perpustakaan sekolah dalam menunjang proses pembelajaran dan menumbuhkan budaya membaca dan menulis siswa.

2.     Masalah
Perpustakaan SD Negeri 6 Yehembang sebagai sumber informasi warga sekolah belum mampu memberikan pelayanan yang optimal kepada setiap pengunjung. Hal ini menimbulkan rendahnya budaya membaca dan menulis siswa.

3.     Pembahasan dan Solusi
1)  Pembahasan
Perpustakaan merupakan tempat yang tidak asing lagi bagi setiap civitas akademika, karena hampir setiap lembaga pendidikan memiliki perpustakaan. Menurut Sutarno (dalam Riadi, 2012), “Perpustakaan adalah mencakup suatu ruangan, bagian dari gedung/bangunan atau gedung tersendiri yang berisi buku-buku koleksi, yang diatur dan disusun demikian rupa, sehingga mudah untuk dicari dan dipergunakan apabila sewaktu-waktu diperlukan oleh pembaca”. Sedangkan dalam Undang-undang RI Nomor 43 Tahun 2007 tentang Perpustakaan pada BAB I pasal 1 dijelaskan bahwa, “Perpustakaan adalah institusi pengelola koleksi karya tulis, karya cetak, dan/atau karya rekam secara profesional dengan sistem yang baku guna memenuhi kebutuhan pendidikan, penelitian, pelestarian, informasi, dan rekreasi para pemustaka”. Dengan demikian perpustakaan merupakan suatu tempat yang berfungsi untuk mengelola karya tulis cetak maupun karya rekam yang dikelola secara profesional dengan suatu sistem yang baku untuk memenuhi kebutuhan pembaca.
Menurut Lasa (dalam Riadi, 2012), “Perpustakan bertujuan untuk; 1) menumbuhkembangkan minat baca dan tulis. Para siswa dan guru dapat memanfaatkan waktu untuk mendapat informasi di perpustakaan. Kebisaan ini mampu menumbuhkan minat baca mereka yang pada akhirnya dapat menimbulkan minat tulis; 2) mengenalkan teknologi informasi. Perkembangan teknologi informasi harus terus diikuti pelajar dan pengajar. Untuk itu perlu proses pengenalan dan penerapan teknologi informasi dari perpustakaan; 3) membiasakan akses informasi secara mandiri. Pelajar perlu didorong dan diarahkan untuk memiliki rasa percaya diri dan mandiri untuk mengakses informasi. Hanya orang yang percaya diri dan mandirilah yang mampu mencapai kemajuan, 4) memupuk bakat dan minat. Bacaan, tayangan gambar, dan musik di perpustakaan mampu menumbuhkan bakat dan minat seseorang. Fakta dan sejarah membuktikan bahwa keberhasilan seseorang itu tidak ditentukan oleh NEM yang tinggi melainkan melalui pengembangan bakat dan minat”.
Dalam Undang-undang RI Nomor 43 Tahun 2007 tentang Perpustakaan pada BAB VII pasal 20 disebutkan jenis-jenis perpustakaan, yaitu “Perpustakaan terdiri atas: a. Perpustakaan Nasional; b. Perpustakaan Umum; c. Perpustakaan Sekolah/Madrasah; d. Perpustakaan Perguruan Tinggi; dan e. Perpustakaan Khusus”. Perpustakaan sekolah merupakan perpustakaan yang dikelola oleh sekolah, yang memuat berbagai koleksi buku teks pelajaran dengan jumlah yang memadai. Menurut Sutarno (dalam Riadi, 2012), “Perpustakaan sekolah berada di sekolah, dikelola sekolah, dan berfungsi untuk sarana kegiatan belajar mengajar, penelitian sederhana, menyediakan bahan bacaan, dan tempat rekreasi”. Jadi selain sebagai tempat membaca berbagai koleksi buku pelajaran perpustakaan juga dapat menjadi tempat rekreasi, misalnya dengan menonton berbagai video pembelajaran.
Perpustakaan SD Negeri 6 Yehembang sudah mempunyai gedung khusus, dengan fasilitas rak buku, meja belajar, dan berbagai koleksi buku pelajaran. Namun semua fasilitas tersebut belum maksimal dimanfaatkan oleh warga sekolah, karena kurangnya tenaga guru dan tenaga kependidikan. Sekolah juga belum mempunyai petugas perpustakaan khusus (pustakawan), sehingga koleksi buku yang ada diperpustakaan belum tertata dengan rapi.

Gambar 01 Ruang Perpustakaan SD Negeri 6 Yehembang

      Kondisi tersebut membuat perpustakaan sering tutup dan siswa jarang datang ke perpustakaan. Siswa pun lebih senang memanfaatkan waktu istirahat dengan bermain di halaman sekolah. Jarangnya siswa mencari informasi diperpustakaan, akan berdampak pada rendahnya minat membaca dan menulis siswa. Padahal membaca dan menulis merupakan syarat yang mendasar bagi siswa dalam mempelajari segala materi. Menurut Muliawan (2016: 61), “Membaca berarti melihat dengan indra (mata atau peraba lain) dan mengucapkannya dengan hati atau lisan”. Hal yang biasanya dibaca adalah tulisan, baik dalam bentuk buku, majalah, surat kabar, dan yang lainnya. Cara yang paling ampuh agar tulisan yang dibaca siswa bermakna dan lama diingat siswa adalah dengan menuliskannya kembali. Jadi setelah membaca siswa diharapkan mampu menuliskan ringkasannya.


Gambar 02 Siswa Bermain di Halaman Sekolah Saat Waktu Istirahat


2)  Solusi
(1)  Puscil (Pustakawan Kecil)
Adapun solusi pertama yang dapat dilakukan adalah dengan membentuk kelompok pecinta perpustakaan yang disebut Puscil (Pustakawan Kecil). Puscil berfungsi untuk membantu petugas perpustakaan dalam memberikan pelayanan kepada pengunjung perpustakaan. Keanggotaan Puscil terdiri dari perwakilan siswa dari kelas V dan VI dengan jumlah masing-masing kelas sebanyak 3 orang siswa, sehingga diperoleh anggota Puscil sebanyak 6 orang siswa. Setelah anggota terpilih, maka selanjutnya ditentukan struktur organisasinya. Untuk itu guru pembina dapat memilih siswa sebagai ketua, sekretaris dan bendahara dari siswa yang telah dipilih. Berikut adalah sturktur organisasi Puscil SD Negeri 6 Yehembang.
Gambar 03 Struktur Organisasi Puscil SD Negeri 6 Yehembang

Dalam memberikan pelayanan yang prima kepada setiap pengunjung perpustakaan, Anggota Puscil melaksanakan pelayanan berdasarkan jadwal piket harian yang telah dibuat. Adapun jadwal piket hariannya dapat dilihat pada tabel berikut.

Tabel 01 Jadwal Piket Puscil SD Negeri 6 Yehembang
NO.
SENIN & SELASA
RABU & KAMIS
JUMAT & SABTU
1.
Dewa Ayu Putu Sri Dewi Artini
Ni Luh Putu Juniawati
Ni Putu Ulandari
2.
Ni Putu Nanda Friska Dewi
Kadek Oka Putra Suwitra
I Gusti Putu Desta Adi Putra

(2)  Program V3R (Visit, Read, Resume, and Reward)     
Untuk menumbuhkan budaya membaca dan menulis siswa, maka setelah membentuk Puscil, perlu diterapkan Program V3R (Visit, Read, Resume, and Reward). Program ini merupakan pemanfaatan perpustakaan sebagai sumber belajar dengan memberikan stimulus berupa hadiah kepada tiga siswa yang mendapat poin tertinggi.
Adapun penjelasan Program V3R sebagai berikut.
(1)  Visit (Berkunjung)
Tujuan pertama program ini adalah mampu membuat siswa untuk berkunjung ke perpustakaan. Dengan berkunjung, maka selanjutnya akan muncul niat untuk membaca. Untuk itu, setiap siswa yang berkunjung ke perpustakaan dengan menuliskan namanya di buku kunjungan, maka akan diberikan poin 1.
(2)  Read (Membaca)
Ketika berada di perpustakaan, maka siswa diharapkan memilih salah satu buku kemudian membacanya.
(3)  Resume (Meringkas)
Setelah membaca, maka siswa selanjutnya membuat ringkasan buku yang dibaca. Dalam membuat ringkasan siswa memulainya dengan menuliskan judul buku, nama penulis, hari/tanggal, dan isi ringkasan. Setiap ringkasan siswa diberikan maksimal poin 5. Untuk menentukan perolehan poin meringkas dapat dilihat pada tabel berikut.

Tabel 02 Pedoman Penilaian Ringkasan
Kriteria
Skor
Keterangan
Meringkas dengan memenuhi 5 aspek, yaitu:
1.    Menuliskan identitas (nama dan kelas)
2.    Menuliskan judul buku yang diringkas
3.    Isi ringkasan sesuai dengan judul buku yang diringkas
4.    Ringkasan memuat minimal satu paragraf
5.    Ringkasan bersih dan rapi

5
Jika tidak memuat identitas, maka ringkasan tidak dapat dinilai
Ringkasan memenuhi 4 aspek
4

Ringkasan memenuhi 3 aspek
3

Ringkasan memenuhi 2 aspek
2

Ringkasan memenuhi 1 aspek
1

Ringkasan tidak memenuhi kelima aspek
0


(4)  Reward (Hadiah)      
Reward atau hadiah diberikan kepada tiga siswa yang mempunyai poin tertinggi, yaitu sebagai juara I, II, dan III setiap bulannya. Poin tersebut merupakan akumulasi dari poin visit atau berkunjung (1 poin) dan poin resume atau meringkas (maksimal 5 poin).
Hadiah yang diberikan dapat divariasikan setiap bulannya, misalnya berupa buku bacaan, buku tulis, dan alat tulis. Hadiah hanya berfungsi sebagai stimulus untuk merangsang siswa berkunjung, membaca, dan meringkas buku di perpustakaan. Tujuan utama dari program ini adalah untuk membudayakan siswa membaca dan menulis.
Sebelum melaksanakan Puscil dan program V3R maka, guru harus melaksanakan sosialisasi kepada seluruh warga sekolah, yaitu kepala sekolah, guru, staf tata usaha, dan siswa. Melalui sosialisasi warga sekolah diharapkan dapat memahami program, kemudian mampu ikut berpartisipasi dalam menjalankannya.

Gambar 04 Guru Pembina Memberikan sosialisasi terkait Puscil dan V3R kepada Siswa

4.     Kesimpulan dan Harapan penulis
1)    Kesimpulan
Perpustakaan SD Negeri 6 Yehembang merupakan perpustakaan yang dikelola oleh SD Negeri 6 Yehembang yang berfungsi untuk mengelola berbagai buku pelajaran untuk menunjang proses pembelajaran. Untuk mengoptimalkan pelayanan perpustakaan SD Negeri 6 Yehembang, maka dibentuk kelompok pecinta perpustakaan, yang dinamakan Puscil (Pustakawan Kecil). Kemudian untuk menumbuhkan budaya membaca dan menulis siswa diterapkan program V3R, yaitu Visit, Read, Resume, and Reward. Tujuan utama dari program ini adalah membuat siswa mau berkunjung keperpustakaan, kemudian membaca dan meringkas buku. Agar siswa mau berkunjung, maka diberikan stimulus berupa hadiah kepada tiga siswa dengan poin tertinggi.

2)    Harapan Penulis
Melalui Puscil dan program V3R penulis berharap; (1) Puscil dapat berperan secara optimal dalam membantu pelayanan Perpustakaan SD Negeri 6 Yehembang, (2) Puscil dan program V3R mendapat respon yang baik dari siswa, sehingga dapat menumbuhkan budaya membaca dan menulis siswa SD Negeri 6 Yehembang, dan (3) program ini dapat diadopsi dan diterapkan pada satuan pendidikan yang lain.
5.     Daftar Pustaka
Riadi, Muchlisin. 2012. “Pengertian Perpustakaan”. Tersedia pada http://www.kajianpustaka.com/2012/11/perpustakaan.html (diakses tanggal 5 Nopember 2016).
Muliawan, Jasa ungguh. 2016. 45 Model Pembelajaran Spektakuler. Jogjakarta: Ar-Ruzz Media.
Undang-undang Nomor 43 Tahun 2007 tentang Perpustakaan.

Saya adalah Seorang Guru yang mengajar di SDN 6 Yehembang, Kec. Mendoyo, Kab. Jembrana, Bali. Melalui Blog ini, saya ingin terus belajar sambil berbagi.