Friday, March 22, 2019

Model Aktualisasi Pembelajaran Ekstra Pramuka di SD



Kegiatan aktualisasi adalah kegiatan pembelajaran di luar kelas yang berfungsi sebagai wahana mengaktualisasikan muatan sikap dan keterampilan (KI-1, KI-2, dan KI-4) mata pelajaran yang tidak selesai di kelas dan/atau membutuhkan penguatan di luar kelas dengan menggunakan metode kepramukaan. Kegiatan aktualisasi di Sekolah Dasar dikemas dalam kegiatan serupa latihan kepramukaan, bersifat wajib bagi seluruh peserta didik, dilaksanakan selama 120 menit di luar jam pelajaran dalam satu minggu.

Pelaksanaan kegiatan aktualisasi mengikuti urutan berikut:
1. Upacara Pembukaan Latihan
Upacara pembukaan latihan berisi kegiatan;
a) Pengibaran bendera merah putih;
b) Penghormatan kepada bendera merah putih;
c) Pengucapan Pancasila;
d) Pengucapan Dharma Pramuka;
e) Pembacaan Doa; dan
f) Penjelasan teknis kegiatan oleh guru Pembina.

Video Upacara Pembukaan Latihan Siaga

2. Kegiatan Inti
Berisi materi mata pelajaran yang dikemas melalui teknik kepramukaan. Teknik kepramukaan yang dapat digunakan sebagai kemasan mata pelajaran antara lain;
a) Orienteering (penjelajahan, pemetaan, observasi, penaksiran);
b) Pioneering (konstruksi, tali temali);
c) Survival (berkemah, memasak, pertolongan pertama, dll);
d) Komunikasi (sandi, semboyan, isyarat, tanda jejak); dan
e) Teknik kepramukaan lainnya.

3. Upacara Penutupan latihan
Upacara penutupan latihan berisi kegiatan;
a) Penurunan bendera merah putih;
b) Penghormatan kepada bendera merah putih;
c) Pembacaan doa; dan
d) Refleksi/penguatan hasil belajar oleh guru kelas.

Video Upacara Penutupan Latihan Siaga

Dalam urutan kegiatan di atas dapat diuraikan sebagai berikut:
  1. Upacara pembukaan latihan sebagai wahana penumbuhan budi pekerti, cinta bangsa dan tanah air. Guru sebagai pembina upacara dapat menguatkan kecintaan terhadap bangsa dan negara dalam amanatnya. Selain itu, guru dapat pula menyampaikan teknis kegiatan belajar yang akan dilaksanakanan selama 120 menit ke depan.
  2. Kegiatan inti merupakan aktivitas pembelajaran yang dikemas melalui teknik kepramukaan. Sebagai contoh, guru dapat membelajarkan tentang keanekaragaman hayati melalui aktivitas penjelajahan di sekitar lingkungan sekolah. Penugasan-penugasan dapat dilakukan dengan menggunakan semboyan dan isyarat (sandi, morse, semaphore) pramuka. Aktivitas peserta didik dipandu dengan menggunakan tanda jejak, dan seterusnya. Dalam hal ini, guru disyaratkan mengikuti Kursus Pembina Pramuka Mahir Dasar (KMD) untuk mengenal lebih dalam tentang metode dan teknik kepramukaan sebagai alat untuk melaksanakan model aktualisasi.
  3. Upacara penutupan latihan selain sebagai wahana penumbuhan budi pekerti kecintaan terhadap bangsa dan tanah air, juga sebagai kesempatan bagi guru untuk memberikan penguatan, refleksi, dan tindak lanjut dari proses pembelajaran yang dilakukan selama 120 menit.


Intinya, model aktualisasi adalah pembelajaran di luar kelas dengan menggunakan metode dan teknik kepramukaan.

Untuk menyusun model aktualisasi, berikut tahapan yang perlu dilakukan:
1) Mengidentifikasi KI-KD Mata Pelajaran yang Diaktualisasikan.
Guru kelas sebagai koordinator bermusyawarah dengan guru agama dan guru olahraga, untuk mengidentifikasi KI-KD mata pelajaran yang akan disajikan melalui kegiatan aktualisasi. Hasil musyawarah selanjutnya disusun silabus latihan mingguan model aktualisasi.

Untuk kelas rendah latihan aktualisasi mengikuti model latihan Perindukan Pramuka Siaga yang dibagi dalam beberapa barung, anggota setiap barung enam orang. Nama barung disesuaikan dengan nilai-nilai karakter dan psikologi perkembangan anak. Contoh Barung Jujur, Barung Adil, Barung Cermat dan lain-lain.

Untuk kelas tinggi latihan mengikuti model latihan pasukan pramuka penggalang yang dibagi dalam beberapa regu. Anggota setiap regu delapan orang. Nama regu disesuaikan dengan nilai-nilai utama karakter dan psikologi perkembangan anak. Contoh Regu Hemat, Regu Kreatif, Regu Mandiri dan lain-lain.

2) Menyusun Silabus Latihan Aktualisasi
Silabus kegiatan aktualisasi disusun sesuai dengan yang berlaku dalam kurikulum 2013. Penyusunan silabus dimulai dengan mengidentifikasi muatan nilai sikap dan keterampilan (KI 1, KI 2, dan KI 4) yang perlu disajikan dalam kegiatan aktualisasi. Untuk memudahkan identifikasi dapat melihat pemetaan kompetensi dasar dan ruang lingkup pembelajaran pada buku pegangan bagi guru dalam kurikulum 2013.
Sumber: Buku Panduan Ekstrakurikuler Wajib Pendidikan Kepramukaan di Sekolah Dasar (2018).

Saya adalah Seorang Guru yang mengajar di SDN 6 Yehembang, Kec. Mendoyo, Kab. Jembrana, Bali. Melalui Blog ini, saya ingin terus belajar sambil berbagi.