Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Hakikat Belajar dan Pembelajaran

A. Pengertian Belajar

Menurut Anthony Robbins (dalam Trianto, 2010), belajar merupakan suatu proses menciptakan hubungan antara pengetahuan yang sudah dipahami dengan oengetahuan yang baru. Hal ini berarti bahwa, belajar tidak dimulai dari nol, tetapi merupakan hubungan keterkaitan antara pengetahuan yang sudah ada dengan pengetahuan baru.

Hal yang sama juga diungkapkan oleh Jerome Brunner (dalam Trianto, 2010), belajar merupakan suatu proses aktif, dimana siswa membangun (mengkonstruk) pengetahuan baru berdasarkan pada pengalaman atau pengetahuan yang telah dimilikinya. Berdasarkan pandangan kontruktivisme, belajar tidak hanya mentransfer pengetahuan yang ada di luar dirinya, tetapi belajar lebih pada bagaimana otak memproses dan menginterpretasi pengalaman baru dengan pengetahuan yang telah dimilikinya ke dalam format yang baru (Mc Mahon dalam Trianto, 2010).

Menurut Trianto (2020), belajar secara umum dapat diartikan sebagai suatu bentuk perubahan pada individu yang terjadi melalui pengalaman dan bukan karena pertumbuhan atau perkembangan tubuhnya atau karakteristik seseorang sejak lahir. Perubahan yang dimaksud merupakan perubahan perilaku tetap berupa pengetahuan, pemahaman, keterampilan, dan kebiasaan yang baru diperoleh individu. Sedangkan pengalaman merupakan interaksi antara individu dengan lingkungan sebagai sumber belajarnya. Dengan demikian, belajar dapat diartikan sebagai suatu proses perubahan perilaku tetap dari belum tahu menjadi tahu, dari tidak paham menjadi paham, dari kurang terampil menjadi terampil, dari kebiasaan lama menjadi kebiasaan baru, serta bermanfaat bagi lingkungan maupun individu itu sendiri.

B. Hakikat Mengajar

Mengajar pada hakikatnya adalah menolong siswa agar memperoleh pengetahuan, keterampilan, sikap, ide, dan apresiasi yang dapat memberikan perubahan tingkah laku dan pertumbuhan siswa (Subiyanto dalam Trianto, 2010). Cara guru mengajar yang baik merupakan kunci agar siswa dapat belajar dengan baik. Hal ini dapat dilihat dari hasil belajar yang dicapai siswa.

C. Hakikat Pembelajaran

Pembelajaran merupakan usaha sadar dari seorang guru untuk membelajarkan siswanya dengan mengarahkan interaksi siswa dengan sumber belajar lainnya dalam rangka mencapai tujuan yang diharapkan (Trianto, 2010). Dalam hal ini, pembelajaran merupakan interaksi dua arah antara guru dan siswa, dimana anatara keduanya terjadi komunikasi yang intens dan terarah menuju tujuan pembelajaran.

Untuk mencapai tujuan yang diharapkan, maka diperlukan kurikulum atau pengetahuan yang diinginkan siswa dan bagaimana cara yang efektif untuk mendapatkannya. 

alur proses pembelajaran
Gambar Alur Proses Pembelajaran

D. Efektivitas Pembelajaran

Keefektifan pembelajaran dapat dilihat dari hasil belajar siswa setelah pelaksanaan proses pembelajaran. Suatu pembelajaran dikatakan efektif apabila memenuhi persyaratan berikut:

  1. tingginya waktu belajar siswa terhadap proses pembelajaran
  2. rata-rata siswa aktif dalam pembelajaran
  3. hasil belajar siswa baik
  4. mengembangkan suasana belajar yang akrab dan positif.

Untuk mewujudkan pembelajaran yang efektif, tentu diperlukan peran guru. Guru harus mampu menemukan cara dan selalu berusaha agar siswanya terlibat secara tepat dalam pembelajaran.

Daftar Pustaka

Trianto.2020.Mendesain Model Pembelajaran Inovatif-Progresif. Kencana Prenada Media Grup: Jakarta.

I Wayan Ardika
I Wayan Ardika Saya adalah Seorang Guru yang mengajar di SDN 6 Yehembang, Kec. Mendoyo, Kab. Jembrana, Bali. Melalui Blog ini, saya ingin terus belajar sambil berbagi.

Posting Komentar untuk "Hakikat Belajar dan Pembelajaran"