Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Karakteristik Kurikulum Merdeka

Kurikulum Merdeka

Kemdikbudristek telah resmi meluncurkan episode Merdeka Belajar ke-15 tentang Kurikulum Merdeka dan Platform Merdeka Mengajar.

Terdapat 3 karakteristik Kurikulum Merdeka, yaitu:

1. Lebih fokus pada materi yang esensial

Dengan fokus pada materi yang esensial, maka beban belajar di setiap mata pelajaran menjadi lebih sedikit. Hal ini bertujuan agar;

  • guru mempunyai lebih banyak waktu untuk menerapkan metode pembelajaran yang lebih interaktif dan kolaboratif, seperti diskusi dan argumentasi atau pembelajaran berbasis masalah dan pembelajaran berbasis projek;
  • guru mempunyai banyak waktu untuk memperhatikan proses pembelajaran murid, misalnya menerapkan asesmen formatif, sehingga guru paham kemampuan awal murid atau memberikan umpan balik dan masukan bagi tugas-tugas yang dikumpulkan murid kita atau sekedar mendengarkan mereka untuk lebih memahami kebutuhannya. 
  • sekolah juga mempunyai ruang yang lebih banyak untuk menggunakan materi yang kontekstual, sesuai dengan visi misi sekolah atau kondisi lingkungan sekitar. 
Dengan demikian, murid memperoleh pengalaman belajar yang lebih bermakna sekaligus lebih menyenangkan.

2. Stuktur kurikulum yang lebih Fleksibel

Kompetensi atau capaian pembelajaran ditetapkan oleh Kemendikbudristek tidak lagi untuk setiap tahun, tetapi untuk setiap fase. Misalnya, untuk SD, Kemendikbudristek menetapkan capaian fase A di akhir kelas 2, fase B di akhir kelas 4, dan fase C di akhir kelas 6.

Dengan demikian, 

  • guru menjadi lebih leluasa dalam merancang alur dan kecepatan pembelajaran yang lebih sesuai dengan kondisi dan kebutuhan muridnya. 
  • jam pelajaran juga tidak dikunci per minggu, melainkan per tahun. Sekolah bisa lebih fleksibel dalam merancang kurikulum operasionalnya. 
  • murid SMA/MA dan Paket C kelas 11 dan 12, mereka bisa memilih mata pelajaran sesuai dengan minat dan aspirasi kariernya.

3. Tersedianya banyak perangkat ajar

Tersedia banyak alat bantu bagi guru untuk mengajar, seperti buku teks, modul ajar, asesemen literasi dan numerasi yang dapat digunakan untuk memantau perkembangan belajar murid. Perangkat-perangkat ini dapat langsung digunakan guru atau dapat dimodifikasi atau diadaptasi sesuai keperluan. Ada juga modul-modul pelatihan yang bisa diikuti oleh guru dan kepala sekolah secara mandiri. Semua itu akan disediakan di aplikasi android dan website yang bernama Platform Merdeka Mengajar.

Dengan 3 karakteristik ini tentu akan membantu guru untuk merancang pembelajaran yang lebih menyenangkan dan bermakna bagi murid. Pembelajaran yang menumbuh-kembangkan murid secara holistik, untuk menjadi pelajar Pancasila yang memiliki identitas ke Indonesiaan yang kuat dan siap menghadapi masa depan.

Demikian yang dapat kami bagikan tentang karakteristik kurikulum merdeka, semoga dapat menambah wawasan dan pengetahuan kita tentang kurikulum merdeka.

Salam edukasi.

Sumber: https://gurubelajar-ikm.simpkb.id/lessons/video-survei-kesiapan-ikm-1/

I Wayan Ardika
I Wayan Ardika Saya adalah Seorang Guru Sekolah Dasar yang bertugas di Kab. Jembrana, Bali. Melalui Blog ini, saya ingin terus belajar sambil berbagi.

Posting Komentar untuk "Karakteristik Kurikulum Merdeka"