Friday, August 9, 2019

5 Cara Mengembangkan Budaya Literasi Baca Tulis dalam Keluarga

Negara Indonesia merupakan negara yang besar dan kaya. Kaya akan Sumber Daya Alam (SDA) dan Sumber Daya Manusia (SDM). Kekayaan ini, tentu dapat menjadi modal berharga untuk bersaing dan bersanding dengan negara-negara maju di dunia. Namun kenyataannya, negara kita masih belum mampu menjadi negara maju. Hal Ini karena masyarakat Indonesia belum mempunyai budaya literasi yang baik. Budaya literasi, terutama minat baca dan tingkat buta aksara sangat mempengaruhi posisi Indeks Pembangunan Manusia (IPM)/ Human Development Index (HDI) Indonesia. HDI diukur dari usia harapan hidup (tingkat kesehatan), pertumbuhan ekonomi, dan kualitas pendidikan. Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2014, pada tahun 2013 nilai IPM Indonesia hanya mengalami sedikit kenaikan, yaitu dari 68,40 menjadi 68,90. Sementara itu, data dari Badan Program Pembangunan PBB/ United Nations Development Program (UNDP), IPM Indonesia pada tahun 2013 berada pada peringkat 108 dari 187 negara. Angka IPM ini menunjukkan bahwa Indonesia berada jauh di bawah negara-negara ASEAN lainnya. Survei lain tentang literasi yang dilakukan oleh Central Connecticut State University pada tahun 2016 di New Britain, Conn, Amerika Serikat, menempatkan Indonesia pada urutan ke-60 dari 61 negara. Kondisi ini tentu sangat memprihatinkan.

Sebagai bangsa yang besar, Indonesia harus mampu mengembangkan budaya literasi sebagai syarat kecakapan hidup abab ke-21 melalui pendidikan yang terintegrasi, mulai dari keluarga, sekolah, hingga masyarakat. Terdapat enam literasi dasar yang harus dikuasai oleh peserta didik, orang tua,  dan masyarakat Indonesia. Keenam literasi tersebut yaitu literasi baca tulis, literasi numerasi, literasi sains, literasi digital, literasi finansial, serta literasi budaya dan kewargaan.

Literasi baca tulis merupakan pintu gerbang penguasaan literasi dasar yang lain, karena dengan mempunyai kemampuan baca dan tulis maka akan mempermudah penguasaan literasi numerasi, literasi sains, literasi digital, literasi finansial, serta literasi budaya dan kewargaan. Untuk itu, sangat diperlukan berbagai upaya untuk mengembangkan budaya literasi baca tulis di lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat.

Keluarga sebagai tempat pendidikan pertama bagi anak, mempunyai peran sentral dalam menumbuhkan budaya literasi baca tulis. Setiap keluarga hendaknya mampu mengupayakan cara-cara dalam mengembangkan budaya literasi ini.

Adapun beberapa cara untuk mengembangkan  budaya literasi baca tulis dalam keluarga, diantaranya:

1. Membuat Perpustakaan Keluarga
Perpustakaan merupakan tempat menyimpan dan memelihara berbagai jenis buku bacaan, sekaligus tempat membaca. Perpustakaan menjadi salah satu tempat yang tepat untuk menumbuhkan budaya literasi baca tulis. Perpustakaan biasanya ada di tempat-tempat tertentu yang jauh dari lingkungan rumah/keluarga. Untuk menumbuhkan budaya literasi baca tulis di lingkungan keluarga, maka kita dapat membawa perpustakaan ke rumah, dengan membuat perpustakaan keluarga.

Perpustakaan Keluarga dapat dibuat dengan memanfaatkan ruang kosong atau ruang sempit yang ada di rumah. Jika tidak ada ruang yang tersisa, kita dapat menyediakan rak buku atau rak kaca sebagai tempat untuk menyimpan dan menata koleksi buku bacaan keluarga. Buku bacaan dapat diperoleh  dari buku koleksi anggota keluarga aatau dengan cara membelinya. Agar perpustakaan menjadi tempat yang nyaman untuk membaca, maka kita dapat menambahkan meja baca atau karpet pada lantai.

2. Membuat Pojok Baca Keluarga
Alternatif kedua, untuk menumbuhkan budaya literasi baca tulis dalam keluarga adalah dengan membuat pojok baca keluarga. Pojok baca merupakan tempat untuk membaca buku, yang biasanya berada dipojok atau sudut rumah. Pojok baca lebih sederhana dari perpustakaan keluarga, karena hanya memerlukan sebuah meja sebagai tempat untuk menaruh dan menata buku bacaan.

3. Pembiasaan 15 Menit Membaca Sebelum Tidur
Pembiasaan membaca harus sudah dilakukan sejak dini, mulai dari lingkungan keluarga. Dalam hal ini, peran anggota keluarga, terutama orang tua sangat sentral. Orang tua harus memberi contoh dan mengajak anak-anaknya untuk membiasakan membaca minimal 15 menit sebelum tidur. Selain untuk pembiasaan, ternyata membaca sebelum tidur juga dapat memberikan manfaaf baik bagi kesehatan. Dikutip dari duniaperpustakaan.com terdapat empat manfaat membaca sebelum tidur, yaitu 1) meningkatkan konsentrasi, 2) meningkatkan kreativitas, 3) mengurangi tingkat stres, dan 4) membuat kualitas tidur jadi lebih baik.

Literasi Keluarga
Gambar Kegiatan Membaca 15 Menit Sebelum Tidur
4. Membacakan Anak Dongeng Sebelum Tidur
Membacakan anak dongeng sebelum tidur, juga dapat dijadikan salah satu cara dalam mengembangkan literasi membaca keluarga. Ketika membacakan dongeng, maka orang tua telah memberikan contoh dalam pembiasaan membaca di lingkungan keluarga. Kedepannya Diharapkan anak dapat meniru dan mau membaca buku sendiri sebelum tidur.

Mendongeng sebelum anak tidur
Gambar Kegiatan Membacakan Anak Dongeng Sebelum Tidur
Disamping sebagai pembiasaan dalam membaca, ternyata kegiatan ini mempunyai banyak manfaat pada perkembangan anak. Dikutip dari health.detik.com terdapat 6 manfaat membacakan anak dongeng sebelum tidur, yaitu: 1) membantu perkembangan bicara dan bahasa anak, 2) membantu menenangkan anak, 3) membantu meningkatkan IQ anak, 4) membantu anak mencintai buku, 5) membantu mengembangkan keterampilan mendengar anak, dan 6) membantu anak mempunyai pola tidur yang sehat.

5. Membuat Majalah Dinding Keluarga
Selain membaca, menulis juga merupakan sesuatu yang sangat penting. Untuk itu, dalam sebuah lingkungan keluarga perlu dibuatkan sebuah wadah, agar setiap anggota keluarga dapat menumbuhkan kebiasaan menulisnya. Salah satu caranya adalah dengan membuat majalah dinding keluarga.

Majalah dinding keluarga merupakan bentuk media komunikasi tulis yang paling sederhana dalam sebuah keluarga. Seperti namanya, maka media ini dapat dipasang pada dinding rumah. Setiap anggota keluarga dapat memajang berbagai bentuk tulisan, gambar, atau kombinasi keduanya tentang kegiatan sehari-hari anggota keluarga.

Media dinding keluarga dapat dibuat secara sederhana. Bisa menggunakan papan yang terbuat dari sty rofoam atau dengan papan kayu. Ukurannya pun dapat disesuaikan dengan kondisi rumah masing-masing.

Dengan adanya majalah dinding keluarga, maka diharapkan dapat mengembangkan budaya literasi baca dan tulis keluarga.

Demikianlah beberapa cara untuk mengembangkan budaya literasi baca tulis dalam lingkungan keluarga. Sahabat bisa memilih salah satu atau lebih untuk memulainya.
Salam Literasi Keluarga.

Daftar Pustaka:
Panduan Gerakan Literasi Nasional Tahun 2017: Kemdikbud
4 Manfaat mengejutkan Baca Buku Sebelum Tidur: https://www.duniaperpustakaan.com/2017/03/4-manfaat-mengejutkan-baca-buku-sebelum.html 
6 Manfaat Mendongengkan Anak Sebelum Tidur: https://health.detik.com/ibu-dan-anak/d-1433674/6-manfaat-mendongengkan-anak-sebelum-tidur 

Tag:
#Sahabatkeluarga
#Literasikeluarga

Saya adalah Seorang Guru yang mengajar di SDN 6 Yehembang, Kec. Mendoyo, Kab. Jembrana, Bali. Melalui Blog ini, saya ingin terus belajar sambil berbagi.