Konsep Asesmen Diagnosis Awal

Selama pembelajaran Jarak Jauh, guru sulit untuk mengontrol kelas. Apalagi dengan karakteristik siswa yang beragam. Belum lagi fasilitas yang kurang memadai, seperti susahnya sinyal dan tidak semua siswa mempunyai gawai. Belajar di rumah bersama orang tua juga kurang efektif. Untuk itu, guru perlu melakukan asesmen diagnosis awal. Asesmen dilakukan di semua kelas secara berkala untuk mendiagnosis kondisi kognitif dan non-kognitif siswa sebagai dampak pembelajaran jarak jauh.

asesmen kognitif


Pandemi Covid-19 memberikan dampak bagi siswa, misalnya:

  1. Hasil belajar tidak tercapai
  2. Penurunan kemampuan siswa
  3. Ketimpangan pengetahuan yang semakin lebar untuk siswa dengan akses yang berbeda
  4. Perkembangan emosi dan kesehatan psikologis terganggu
  5. Rentan putus sekolah
  6. Dapat berdampak pada pendapatan siswa di kemudian hari

Solusi yang dapat dilakukan untuk mengurangi dampak Pendemi Covid-19 bagi siswa adalah dengan melakukan siklus asesmen di awal pembelajaran secara berkala. Asesmen Diagnosis awal bertujuan untuk memantau perkembangan nonkognitif dan kognitif siswa selama masa pandemi untuk mencapai target pembelajaran.

Asesmen nonkognitif bertujuan untuk mengetahui kesejahteraan psikologi dan sosial emosi siswa, mengetahui aktivitas siswa selama belajar dari rumah, dan mengetahui kondisi keluarga siswa.

Asesmen kognitif bertujuan untuk mengidentifikasi capain belajar siswa, menyesuaikan pembelajaran di kelas dengan kondisi rata-rata siswa, memberikan remedial atau pembelajaran tambahan kepada siswa yang di bawah rata-rata.

Kepala sekolah bertanggung jawab untuk memastikan asesmen dilakukan di semua kelas pada minggu pertama dan dilakukan secara berkala di awal pembelajaran.

Langkah-langkah guru dalam melaksanakan asesmen nonkognitif, yaitu:

  • Persiapan: siapkan alat bantu berupa gambar ekspresi emosi, dan buat daftar pertanyaan kunci, seperti Apa saja kegiatanmu selama belajar di rumah? Apa hal yang paling menyenangkan dan yang tidak menyenangkan? Apa harapanmu?
  • Pelaksanaan: berikan gambar emosi kepada siswa. Kemudian meminta siswa mengekspresikan perasaannya selama belajar di rumah dengan bercerita, membuat tulisan atau gambar. 
  • Tindak lanjut: identifikasi siswa yang menunjukkan emoji negative dan ajak berdiskusi empat mata. Kemudian menentukan tindak lanjut dan mengomunikasikan dengan siswa dan bila perlu dengan orang tua. Ulangi asesmen nonkognitif pada awal pembelajaran. 

Langkah-langkah guru dalam melaksanakan asesmen kognitif, yaitu:

  • Persiapan: Buat jadwal pelaksanaan asesmen, identifikasi materi asesmen berdasarkan penyederhanaan KD, susun 10 soal sederhana (2 soal sesuai kelasnya dengan topik semester 1, 6 soal dengan topik satu kelas di bawahnya untuk semester 1 dan 2, dan 2 soal dengan topik dua kelas di bawahnya untuk semester 2)
  • Pelaksanaan: berikan soal yang telah dibuat kepada siswa
  • Tindak lanjut: lakukan diagnosis hasil asesmen. Berdasarkan hasil penilaian, kelompokan siswa menjadi 3 kelompok:

  1. Siswa dengan rata-rata kelas akan diajar oleh guru kelas
  2. Siswa 1 semester di bawah rata-rata akan mendapatkan tambahan pembelajaran dari guru kelas
  3. Siswa 2 semester di bawah rata-rata akan diajar oleh guru kelas dibawahnya atau membentuk kelompok belajar khusus yang didampingi oleh orang tua/wali.

Sumber: Materi Guru Belajar
I Wayan Ardika Saya adalah Seorang Guru yang mengajar di SDN 6 Yehembang, Kec. Mendoyo, Kab. Jembrana, Bali. Melalui Blog ini, saya ingin terus belajar sambil berbagi.

Belum ada Komentar untuk "Konsep Asesmen Diagnosis Awal"

Posting Komentar

Mohon berkomentar dengan menggunakan akun google. Komentar yang Anonim akan kami hapus, karena kami anggap Spam. Terima kasih telah berkunjung, jangan lupa ikuti Info Dunia Edukasi untuk mendapat update terbaru.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel