Tuesday, July 2, 2019

Benarkah Sertifikat Pendidik Hambat Kenaikan Pangkat Guru? Ini Jawabannya

Hallo Sahabat Edukasi
Apa Kabar? 
Pastinya sehat-sehat saja kan!
Kali ini, kami akan berbagi tentang Sertifikat Pendidik yang dapat menghambat Jabatan Fungsional Guru jika tidak memilikinya.
Serdik hambat Kenaikan pangkat Guru

Belakangan ini, banyak guru yang dibingungkan karena tidak dapat mengusulkan kenaikan pangkat karena belum mempunyai sertifikat pendidik. Apakah ini benar? apa hubungan sertifikat pendidik dengan Jabatan Fungsional, dan kenaikan pangkat guru? Simak Penjelasan berikut!


Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya diatur dalam Permenpan RB Nomor 16 tahun 2009. Pada pasal 30 ayat 1 disebutkan bahwa, PNS yang diangkat pertama kali dalam jabatan fungsional guru harus memenuhi pesrsyaratan berikut;

  1. berijazah paling rendah Sarjana (S1) atau Diploma IV, dan bersertifikat pendidik;
  2. pangkat paling rendah golongan penata muda golongan ruang III/a;
  3. setiap unsur penilaian pelaksanaan pekerjaan dalam Daftar Penilaian  Pelaksanaan Pekerjaan (DP3) atau sekarang disebut Penilaian Prestasi Kerja (PPK) paling rendah bernilai baik dalam satu tahun terakhir; dan 
  4. mempunyai kinerja baik yang dinilai pada masa Program Induksi.

Kapan syarat di atas mulai berlaku?

Bagaimana dengan guru yang diangkat sebelum tahun tersebut?
Peraturan ini berlaku bagi guru yang diangkat setelah pemberlakuan Permenpan RB No. 16 tahun 2019, yaitu tanggal 10 November 2009. Bagi guru yang diangkat setelah peraturan ini dan diangkat dalam jabatan Jabatan Fungsional Guru sebelum mempunyai sertifikat pendidik, jabatan fungsionalnya tidak sah dan tidak diakui lagi, bahkan semua tunjangan kependidikan yang diperoleh dapat dibatalkan. Karena Jabatan Fungsionalnya tidak sah, maka kenaikan pangkatnya tidak dapat dilakukan secara pilihan (Jabatan Fungsional Guru), seharusnya naik pangkat secara reguler dalam posisi staf yang dapat dilakukan setiap 4 tahun sekali. Hal ini dikarenakan, PNS yang bekum diangkat ke dalam jabatan fungsional bukan karena kesalahannya, dimungkinkan untuk dapat dinaikkan pangkatnya setingkat lebih tinggi melalui jalur reguler. Apabila PNS tersebut telah memenuhi syarat untuk diangkat dalam jabatan fungsional guru, maka perhitungan kebutuhan angka kreditnya untuk kenaikan pangkat selanjutnya dihitung berdasarkan jenjang jabatan dan angka kredit yang ditetapkan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Terdapat pengecualian untuk guru yang diangkat mulai golongan II. Guru yang diangkat mulai dari Golongan II tidak memerlukan sertifikat pendidik berdasarkan Keputusan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 84 Tahun 1993 tentang Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya

Nah sudah terjawab kan?
Ternyata Sertifikat Pendidik hanya diperuntukkan untuk memperoleh Jabatan Fungsional Guru, walaupun Jabatan Fungsional Guru diperlukan dalam kenaikan pangkat guru melalui jalur pilihan. Namun Guru tetap dapat naik pangkat secara Reguler, jika belum mempunyai Jabatan Fungsional Guru. Jadi intinya, Sertifikat pendidik tidak menghambat kenaikan pangkat guru, tetapi dapat menghambat untuk memperoleh jabatan fungsional guru. 
Demikian yang dapat kami bagikan, semoga dapat bermanfaat. Namun untuk info lebih jelas dan lengkap, silahkan sahabat datang ke kantor BKPSDM atau BKN terdekat.
Salam Edukasi.

Sumber: 
Permenpan RB Nomor 16 tahun 2009 tentang Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya
Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kabupaten Jembrana



Saya adalah Seorang Guru yang mengajar di SDN 6 Yehembang, Kec. Mendoyo, Kab. Jembrana, Bali. Melalui Blog ini, saya ingin terus belajar sambil berbagi.

Media dan Perangkat Pembelajaran Lengkap

Media dan Perangkat Pembelajaran Lengkap
Hanya Rp125.000,00 (Info & pemesanan klik gambar)